6 Tips Jitu agar Terbiasa Bangun Pagi

Bangun pagi adalah satu kegiatan yang sulit dilakukan oleh sebagian orang. Banyak yang mengeluhkan kegiatan sehari-hari yang harus dilakukan di pagi hari karena artinya mereka harus bangun lebih pagi. Memang godaan untuk tidur di atas ranjang empuk dengan bantal yang mengelilingi adalah salah satu hal yang paling sulit ditolak oleh kebanyakan orang. Namun, dengan tidak bangun di pagi hari, sebenarnya kamu kehilangan kesempatan untuk menikmati pagi.

Di pagi hari, kamu akan mendapatkan udara yang paling segar yang bisa kamu dapatkan sepanjang hari karena masih sedikit polusi yang mengotori udara. Jadi, dengan bangun pagi, kamu bisa menghirup udara segar dan membersihkan paru-paru. Selain itu, dengan bangun pagi, kamu jadi punya waktu lebih lama sebelum memulai hari. Kamu bisa melakukan berbagai hal dengan lebih santai ketimbang saat kamu bangun mepet dari jadwal kegiatanmu. Salah satunya adalah berolahraga atau memasak sarapan dan bekal. Jadi, akan sangat disayangkan kalau kamu tidak bangun pagi.

Memang sulit untuk bangun pagi. Bahkan, ada yang merasa hal itu adalah hal tersulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, Jurnal Wanita sudah merangkumkan tips-tips jitu supaya kamu bisa bangun pagi. Dicoba, ya!

Miliki Tekad yang Kuat

Sumber: https://imaginefunlearning.blogspot.com/

Semua dimulai dari niat dan tekad. Tanpa keduanya akan sulit untuk menjalani sesuatu, termasuk bangun pagi. Kalau kamu memang setengah hati untuk bisa bangun pagi, maka akan sulit untukmu bangun pagi karena niatmu kurang. Jadi, cobalah sebelum tidur untuk memikirkan dan menata hatimu terlebih dahulu. Niatkan dalam hati kalau kamu ingin bangun pagi. Selain itu, kamu tanamkan juga apa yang ingin kamu dapat dengan bangun pagi. Misal, berolahraga atau beres-beres rumah atau karena sudah mulai kerja lagi. Dengan begitu, kamu pun jadi bersemangat untuk bangun pagi karena sudah tahu apa tujuanmu untuk melakukan itu.

Tidur Lebih Awal

Sumber: https://timesofindia.indiatimes.com/

Memiliki jam tidur lebih lama memang tidak menjamin seseorang untuk bisa bangun lebih pagi. Namun, tidak ada salahnya kamu melakukan eksperimen berapa jam yang kamu butuhkan untuk tidur. Dari situ, kamu akan tahu berapa lama yang kamu butuhkan untuk tidur. Kalau ternyata kamu butuh waktu lebih lama dari waktu rata-rata (7-9 jam), maka tidur lebih awal adalah solusi yang cocok untukmu. Meski begitu, ada juga seseorang yang membutuhkan waktu lebih sedikit untuk tidur dengan nyenyak dan bangun dengan segar di pagi harinya sehingga cara ini tidak berguna untukmu. Namun, kalau bisa, tetap tidur sesuai aturan kesehatan atau konsultasikan ke dokter, ya!

Gunakan Alarm Bila Perlu

Sumber: https://counseling.org/

Penggunaan alarm mungkin adalah pilihan yang tepat untuk kamu yang memang susah bangun pagi. Menggunakan alarm bukan berarti kamu gagal untuk bangun di pagi hari, namun itu tanda kalau memang butuh bantuan untuk bangun pagi. Setidaknya itu menunjukkan kalau kamu memang niat untuk bangun pagi. Jadi, gunakanlah alarm jika dibutuhkan. Tapi, perlu diingat juga agar jangan terlalu sering memencet tombol snooze. Atau malah kau bisa jangan memencetnya sama sekali. Begitu alarm berbunyi, langsung bangun. Jangan menunda lagi dengan memencet tombol snooze.

Jauhi Gadget

Sumber: https://medium.com/

Sering sekali kita membaca atau setidaknya menemukan artikel tentang gadget yang memengaruhi kualitas tidur. Itu benar adanya. Smartphone memancarkan cahaya biru dari ponsel memengaruhi produksi salah satu hormon yang membantu kita tidur, yakni melatonin. Jika produksi melatonin terganggu, itu bisa menyebabkan siklus tidur juga terganggu. Penggunaan samrtphone di malam hari secara terus menerus dapat menyebabkan seseorang kekurangan waktu tidur karena pikiran masih aktif hingga beberapa saat sebelum terlelap. Selain itu, kalau kamu termasuk yang tidak bisa lepas dari smartphone, maka itu juga akan mengganggu waktu tidur karena kamu akan terus menerus memeriksa smartphone-mu. Jadi, kamu akan kesulitan untuk bangun pagi karena kurang tidur.

Jadwalkan Tidur dan Bangun di Jam yang Sama

Sumber: https://realsimple.com/

Penting sekali untukmu mengatur waktu tidur di jam yang sama dan bangun pagi di jam yang sama pula. Pengaturan itu akan membuat tubuhmu terbiasa dengan waktumu untuk beraktivitas. Misalnya, kamu tidur pada pukul 9 dan bangun pukul 5 pagi setiap harinya. Maka, tubuhmu pun akan membiasakan hal itu. Sehingga saat waktu menunjukkan pukul 9 kamu akan merasa mengantuk dan pada pukul 5 pagi kamu akan terbangun dengan sendirinya. Namun, tentu saja kualitas tidurmu dipengaruhi jumlah waktu tidurmu. Jadi, jangan terlalu sering tidur larut walaupun kamu terbiasa bangun pagi.

Kurangi Aktivitas Sebelum Tidur

Sumber: https://theverge.com/

Otakmu cenderung akan relaks beberapa saat setelah melakukan aktivitas terakhir. Setiap orang memiliki waktu yang berbeda-beda. Jadi, pastikan kamu tidak melakukan aktivitas apapun jika sudah saatnya untuk tidur agar otakmu relaks sebelum tidur. Selain itu, jika kamu melakukan aktivitas berat yang melelahkan sebelum tidur, kamu akan memengaruhi fisikmu sehingga membuatmu, saat bangun di pagi hari, cenderung merasa pegal-pegal.

6 tips jitu agar bisa bangun pagi dari Jurnal Wanita ini adalah tips-tips yang bisa kamu lakukan di rumah secara perlahan. Jangan terburu-buru dalam membuat sebuah kebiasaan baru seperti bangun di pagi hari. Semua butuh waktu dan niat yang kuat. Tetap semangat dan yakin kamu bisa melakukannya! Dan kalau kamu ingin tahu tips atau konten yang berguna untuk kamu lainnya, kamu bisa cek Instagram @jurnalwanita, ya!

6 Cara untuk Lebih Terorganisir

Tidak semua orang bisa memiliki hidup yang terorganisir dengan baik. Ada saja hal yang menghancurkan usaha-usaha untuk mengorganisir hal-hal dalam hidup. Mulai dari dalam diri sendiri, hingga masalah dari luar diri. Memang sulit untuk memiliki hidup yang terorganisir, namun bukan berarti itu tidak mungkin. Banyak yang bisa dilakukan untuk mencapainya. Namun, ada 6 hal yang perlu dilakukan sebagai dasarnya.

Tuliskan Semuanya

Sumber: https://medium.com/

Mencoba mengingat sesuatu tidak akan membantumu untuk tetap teratur. Kamu harus mencoba menuliskannya. Kamu bisa menuliskannya dimanapun, baik di kertas maupun menggunakan gawai masing-masing agar kamu tidak lupa. Tuliskan semuanya, mulai dari daftar belanja bahan makanan, hadiah liburan, dekorasi rumah, dan tanggal-tanggal penting seperti rapat dan ulang tahun.

Buat Jadwal dan Tenggat Waktu

Sumber: https://www.friesens.com/

Orang yang terorganisir tidak membuang waktu. Mereka menyadari bahwa menjaga hal-hal tetap teratur sejalan dengan tetap produktif. Mereka membuat dan mematuhi jadwal yang diatur setiap harinya. Mereka membuat tenggat waktu dan menetapkan tujuan. Demikian pula, dengan menjalani gaya hidup yang berantakan, kamu tidak akan memiliki waktu atau ruang untuk membuat tenggat waktu atau mencapai tujuanmu.

Jangan Menunda Pekerjaan

Sumber: https://chabadintown.org/

Semakin lama kamu menunda untuk melakukan sesuatu, semakin sulit untuk menyelesaikannya. Jika kamu ingin hidup kamu tidak terlalu stres dan tidak terlalu menuntut, aturlah sesegera mungkin. Berusaha menyelesaikan sesuatu sesegera mungkin akan mengurangi bebanmu daripada melakukannya nanti.

Berikan Tempat untuk Segalanya

Sumber: https://shopify.com/

Untuk menjaga hidupmu tetap teratur berarti menyimpan barang-barangmu di tempatnya. Orang yang terorganisir menjaga keteraturan dengan menyimpan barang-barang dengan benar dan dengan memberi label untuk tempat penyimpanannya. Buat tempat penyimpanan yang mudah diakses untuk hal-hal yang kamu gunakan sepanjang waktu, dan jangan biarkan tempat penyimpanan itu berantakan.

Atur Barangmu

Sumber: https://www.mydomaine.com/

Cari waktu setiap minggu untuk mengatur barangmu. Orang yang sangat terorganisir memastikan mereka meluangkan waktu setiap minggu atau lebih untuk mengatur barang-barang mereka. Berikut adalah tips yang bisa kamu lakukan untuk mengatur barang.

Hanya Simpan yang Butuhkan

Sumber: https://www.thespruce.com/

Lebih banyak barang berarti lebih banyak kekacauan. Orang yang menjalani kehidupan terorganisir hanya menyimpan apa yang mereka butuhkan dan apa yang sebenarnya mereka inginkan. Memiliki lebih sedikit barang juga berarti kamu lebih menikmati hal-hal itu dan merasa lebih baik menggunakan semua yang kamu miliki, daripada membiarkan setengah dari apa yang dimiliki berdebu karena tidak dipakai.

 

Keenam dasar ini adalah yang utama untuk dilakukan jika ingin memiliki hidup yang lebih terorganisir. Walaupun begitu, belum tentu kamu bisa menjadi lebih terorganisir. Yang perlu dilakukan setelahnya adalah kemantapan hati untuk terus melakukannya. Kalau kamu ingin membaca tips-tips dan fakta lain tentang wanita yang berguna untuk kamu, kamu bisa cek di Instagram dan Podcast Jurnal Wanita. Semoga membantu!

Merasa Gabut karena Kurang Produktif saat Pandemi? Yuk, Coba Cara Ini!

Saat masa pandemi, kegiatan sehari-hari pun berubah. Yang awalnya setiap pagi sudah bersiap untuk bekerja atau bersekolah, kini masih ada sebagian yang tidak perlu melakukan itu. Kadang, hal itu membuat jenuh karena merasa tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan seperti biasa. Selain itu, bisa jadi kamu merasa tidak ada pekerjaan yang bisa dilakukan.

Namun, kalau kamu membuka mata, sebenarnya banyak sekali yang bisa dilakukan di rumah. Kamu hanya perlu mencarinya. Lalu, setelah mencarinya, apa yang perlu dilakukan? Yuk, cek cara berikut supaya kamu lebih produktif saat maupun sesudah pandemi!

Cari Kegiatan Baru

Sumber: https://parents.com/

Saat menjalani WFH atau PJJ, kamu mungkin merasa tidak ada yang bisa dikerjakan di rumah. Padahal, kalau kamu membuka mata lebar-lebar, kamu akan melihat setumpuk pekerjaan yang perlu kamu kerjakan. Seperti membereskan rumah, mencuci piring, dan lainnya. Kamu juga bisa memperhatikan detail setiap senti rumahmu. Mungkin saja buku-buku di lemari buku mulai bau apak dan butuh untuk dijemur. Atau ada beberapa lubang dan retak yang butuh untuk ditambal. Atau malah, kamu berpikir untuk mendekor ulang sebuah ruangan. Itu bisa kamu masukkan ke dalam kegiatan baru yang bisa kamu lakukan dan ditambahkan pada jadwal harianmu.

Buat dan Patuhi Jadwal

Sumber: https://theconversation.com/

Dengan membuat jadwal, kamu bisa dengan mudah mengetahui hal-hal apa saja yang bisa kamu lakukan. Semakin rinci jadwal maka akan semakin bagus. Rinci jadwal dari jamnya akan membuat kamu lebih terarah saat melakukannya. Jadi, saat kamu mengerjakan satu hal, kamu tidak akan terpikir mengerjakan hal lain karena tahu bahwa hal tersebut sudah ada jadwalnya sendiri. Setelahnya, jangan lupa untuk senantiasa mematuhinya agar kamu terbiasa dengan keadaan yang terjadwal. Jadi, walaupun di masa pandemi, kamu masih bisa lebih produktif.

Buat Skala Prioritas

Sumber: https://restaurantsystemspro.net/

Tidak semua hal adalah prioritas. Kamu harus tahu mana yang perlu dikerjakan duluan dan mana yang bisa dikerjakan belakangan. Prioritas utamamu adalah pekerjaan-pekerjaan penting yang harus segera diselesaikan. Lalu urutkan terus hingga pada kegiatan yang menurutmu tidak terlalu penting dan tidak perlu dikerjakan dengan segera. Dengan begitu, kamu bisa fokus pada pekerjaan prioritas terlebih dahulu sehingga produktivitasmu pun meningkat karena sudah menyelesaikan yang perlu diselesaikan.

Jangan Multitasking

Sumber: https://forbes.com/

Multitasking terkesan seperti hal yang dilakukan oleh mereka yang memiliki produktivitas tinggi. Nyatanya, melakukan multitasking malah membuat pikiranmu terbagi hingga pekerjaan yang kamu lakukan pun menjadi tidak maksimal. Jadi, alangkah lebih baik jika melakukan kegiatan-kegiatan tersebut secara terpisah agar kamu bisa memfokuskan diri dan memaksimalkan usahamu di satu pekerjaan.

Bangun dan Tidur Tepat Waktu

Sumber: https://www.kingofsleep.net/

Ini terdengar sepele. Namun, kalau kamu punya jadwal tidur yang teratur, maka tubuhmu pun menjadi lebih terbiasa dengan itu. Misal, kamu menjadwalkan diri untuk tidur pukul 9 malam dan bangun pukul 5 pagi. Jika kamu melakukan itu terus menerus, maka tubuhmu akan otomatis tahu jika jadwal tidur adalah pukul 9 malam. Dengan begitu, kamu tidak akan mudah mengantuk jika bukan pada jam 9 malam hingga jam 5 pagi. Dan kamu pun bisa mengerjakan pekerjaan yang sudah kamu jadwalkan setiap hari dengan lancar.

Olahraga

Sumber: https://lapetite.com/

Selain menyehatkan raga, olahraga pun dapat menyegarkan jiwa. Jika kamu merasa penat dengan kehidupan sehari-hari, jadwalkan untuk rutin berolahraga setiap 30 menit sehari di pagi hari. Dengan berolahraga, peredaran darahmu menjadi lancar dan asupan oksigen ke otak menjadi banyak. Jika asupan oksigen banyak, maka kamu akan merasa lebih segar. Dengan begitu, kamu bisa melakukan pekerjaan lebih baik hingga produktivitasmu meningkat.

Lepas dari Gadget untuk Sementara Waktu

Sumber: https://dnaindia.com/

Gadget bagi sebagian orang mungkin merupakan barang yang sangat penting. Zaman sekarang, gadget sudah bisa digunakan untuk berbagai macam hal. Mulai dari bermain hingga bekerja. Namun, adakalanya penggunaan gadget akan menjadi terlalu banyak dan sering. Jika sudah seperti itu, bisa-bisa seseorang menjadi kecanduan gadget sehingga mereka menjadi tidak produktif. Untuk mencegah hal itu, kamu bisa menyiasatinya dengan melepas gadget sementara waktu. Maksudnya sementara waktu adalah saat kamu melakukan pekerjaan. Jadi, bukalah gadget saat kamu sedang beristirahat. Lalu, bagaimana dengan pesan penting yang masuk? Kamu bisa jadwalkan untuk mengecek aplikasi chatting atau email setiap beberapa saat sekali. Namun, kamu tidak boleh membuka aplikasi lain kecuali dua aplikasi itu.

Rasa jenuh mungkin tidak bisa dihilangkan begitu saja bahkan saat melakukan pekerjaan yang sudah disusun. Namun, kamu bisa lihat hasilnya nanti bahwa kamu sudah bisa melakukan kegiatan yang produktif bahkan saat pandemi. Kamu juga menjadi bisa melihat perspektif yang lebih luas dari setiap keadaan dan tahu kalau kamu masih bisa melakukan sesuatu di berbagai keadaan. Kalau kamu ingin membaca tips-tips dan fakta lain tentang wanita yang berguna untuk kamu, kamu bisa cek di Instagram dan Podcast Jurnal Wanita. Semoga membantu!

12 Kebiasaan yang Menghambat Produktifitas

Produktif adalah sifat yang semestinya dimiliki semua orang. Baik pekerja kantoran maupun ibu rumah tangga sekalipun harus tetap produktif. Memiliki sifat yang produktif bisa membantu kamu untuk memaksimalkan kemampuanmu dalam menyelesaikan sesuatu tanpa jeda namun juga tanpa membuat kamu terlalu lelah. Namun, tanpa disadari, ada beberapa hal yang bisa menghambat produktifitas. Diantaranya adalah:

1.      Browsing Internet Berlebihan

Sumber: https://thebalanceeveryday.com/

Browsing menggunakan internet adalah hal yang bagus untuk dilakukan. Apalagi, sekarang, internet adalah tempat segala informasi berada. Tapi, kalau secara berlebihan juga tidak baik. Browsing Internet secara berlebihan dapat membuat kamu lupa waktu dan malah melalaikan tugas lainnya yang tidak kalah penting yang akhirnya menghambat produktifitas.

2.      Multitasking

Sumber: https://mishpacha.com/

Terdengar bagus, kan? Tapi, ada sebuah penelitian yang menyatakan bahwa hanya 2% dari populasi dunia yang bisa melakukan multitasking dengan baik. Jika kamu tidak bisa melakukan multitasking dengan baik, maka jangan dilakukan. Kalau masih mau multitasking, perhatikan berapa banyak pekerjaan yang bisa kamu lakukan secara bersamaan. Jangan sampai, multitasking yang dilakukan untuk meningkatkan produktifitas malah bersifat menghambat.

3.      Sering Membuka Email

Sumber: https://litmus.com/

Sama seperti browsing, sering-sering membuka email bisa membuatmu lupa waktu. Kamu mungkin sedang menunggu email. Namun, sembari menunggu, kamu tidak perlu terus-terusan merefresh kotak masuk emailmu. Cukup beberapa menit sekali sambil melakukan hal lain yang mungkin bisa kamu lakukan.

4.      Perfeksionis

Sumber: https://liberationist.org/

Kalau dipikir-pikir, menjadi perfeksionis itu memang menghambat produktifitas. Bayangkan, berapa kali kamu harus mengulang suatu pekerjaan sampai sempurna? Bisa-bisa, waktumu habis hanya untuk menyempurnakan pekerjaan itu dan mengabaikan pekerjaan lain.

5.      Menunda Pekerjaan

Sumber: https://psycom.net/

Tidak perlu diberitahu, menunda pekerjaan pasti akan menghambat produktifitas. Menunda pekerjaan artinya tidak melakukan pekerjaan tersebut dan malah melakukan hal lain yang belum tentu merupakan prioritas tinggi. Jadi, hilangkan kebiasaan menunda pekerjaan agar lebih produktif.

6.      Melakukan Terlalu Banyak Meeting

Sumber: https://thriveglobal.com/

Terlalu banyak meeting bisa menyebabkan kamu malah bingung dengan pekerjaan yang kamu kerjakan. Akan ada banyak sekali ketidakpuasan dalam meeting tentang hasil kerjamu. Hal ini menyebabkan kamu akan terus menerus memperbaiki pekerjaanmu sehingga kamu tidak punya waktu untuk mengerjakan hal lain.

7.      Duduk Terlalu Lama

Sumber: https://uttarpradesh.org/

Siapa sangka kalau duduk terlalu lama tidak baik untuk produktifitas? Duduk terlalu lama dapat membuat punggungmu sakit dan membuat kamu menjadi kurang fokus. Jadi, sisihkan waktu sedikit untuk berdiri dan menggerakkan tubuh.

8.      Mematikan Alarm dan Kembali Tidur

Sumber: https://vecteezy.com/

Kalau kamu tipe orang yang mematikan alarm lalu lanjut tidur lagi, maka buang jauh-jauh kebiasaan ini. Mematikan alarm tidak membuat kamu bisa tidur dengan nyenyak lagi. Yang ada, kamu malah menguras energi karena memaksakan untuk tidur lagi. Daripada tidur lagi, lebih baik kamu bangun dan mulai beraktifitas.

9.      Tidak Punya Prioritas

Sumber: https://pavlovych.com/

Skala prioritas itu penting. Dengan skala prioritas, kamu akan tahu mana saja pekerjaan yang harus kamu lakukan terlebih dulu. Kalau kamu tidak punya skala prioritas, kamu akan keteteran dan malah jadi menghambat produktifitas.

10.  Merencanakan Terlalu Matang

Sumber: https://atlantachallange.com/

Perencaan juga penting. Namun, kalau kamu hanya fokus pada perencanaan, maka rencana kamu tidak akan terlaksana. Karena, setiap kali kamu mau memulai, kamu akan merasa kalau rencana ini belum matang yang akhirnya kamu malah menghabiskan waktu kembali pada proses perencanaan.

11.  Terlalu Santai

Sumber: https://steemit.com/

Terlalu santai juga menghambat produktifitasmu. Iya, kamu tidak terlalu fokus pada perencanaan. Namun kamu malah dihadapkan dengan hambatan-hambatan yang semestinya tidak ada jika kamu merencanakannya dengan baik.

12.  Tidur dengan Handphone

Sumber: https://elemental.medium.com/

Handphone memancarkan sinar biru melalui LED-nya. Sinar biru ini menyebabkan kualitas tidurmu menuruun. Karena kualitas tidurmu menurun, kamu pun menjadi tidak terlalu bersemangat di pagi hari dan produktifitasmu menurun.

14 Hari Memperbaiki Manajemen Waktu

Time manajemen atau manajemen waktu adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Sulit dilakukan karena membutuhkan komitmen besar untuk menyukseskannya. Selain itu, dengan jadwal di luar dirimu yang terus berubah, manajemen waktu pun semakin sulit untuk dilakukan. Walaupun sulit, bukan berarti tidak bisa dilakukan. Lakukan step-by-step memperbaiki manajemen waktu berikut selama 14 hari, kamu pun juga bisa membuat manajemen waktu yang bisa kamu eksekusi dengan baik.

1.      Buat Jurnal Waktu

Sumber: https://id.pinterest.com/

Jurnal waktu ini berbentuk daftar apa saja yang ingin kamu lakukan di hari itu. Mulai dari jam berapa kamu mulai melakukannya sampai selesai dan kegiatan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya.

2.      Evaluasi

Sumber: https://hatrabbits.com/

Setelah kemarin kamu menjalankan jurnal waktu, kamu evaluasi kegiatan apa yang ternyata membutuhkan waktu lebih lama atau yang mungkin bisa kamu kurangi waktunya.

3.      Buang Pikiran yang Tidak Berguna

Sumber: https://blog.biomedcentral.com/

Di hari ketiga, kamu mulai coba untuk memilah mana saja yang penting dan tidak. Kamu bisa membuang pikiran-pikiran yang tidak penting. Pikiran yang tidak penting ini akan menghambat kamu melakukan rutinitas sehari-hari.

4.      Tulis Hal yang Kamu Sukai Dari Dirimu

Sumber: https://unsplash.com/

Kamu adalah orang yang paling mengerti diri kamu sendiri. Kamu pun yang tahu apa kelebihanmu. Coba tuliskan apa saja yang kamu sukai dari dirimu. Tuliskan sebanyak-banyaknya. Ini berguna supaya kamu lebih termotivasi untuk melakukan banyak hal yang kamu sukai.

5.      Buat Komitmen dengan Diri Sendiri

Sumber: https://greatnewsnetwork.com/

Hal yang sulit dalam mengatur waktu adalah komitmen. Ada saja hal yang membuat kita lupa akan jadwal yang sudah dibuat. Jadi, di hari kelima ini, kamu coba lebih berkomitmen untuk melakukan kegiatan sesuai jadwal yang telah kamu buat. Sayang, kan, sudah lima hari tapi masih belum bisa patuh dengan jadwa sendiri?

6.      Buat Daftar Prioritas

Sumber: https://christianquotes.com/

Setelah lima hari, kamu pasti paham mana saja yang harus kamu kerjakan terlebih dahulu, dan mana yang bisa kamu tunda kerjakan. Jadi, kamu bisa buat daftar prioritas di hari keenam ini.

7.      Jadwalkan Prioritasmu

Sumber: https://ppx.inkwellpress.com/

Di hari keenam kamu sudah mengkategorikan kegiatan prioritas. Sekarang, kamu atur sedemikian rupa jadwalmu dengan memperhatikan daftar prioritas yang kamu buat kemarin.

8.      Buat Jadwal 2 Mingguan

Sumber: https://blog. hootsuite.com/

Setelah membuat jadwal prioritas, kamu bisa mulai membuat jadwal selama 2 minggu kedepan.

9.      Ciptakan Rutinitas Pagi

Sumber: https://pl.venngage.com/

Kamu sekarang sudah mulai patuh, nih, dengan jadwal sendiri. Sekarang saatnya menyisipkan rutinitas baru yang baik dilakukan di pagi hari. Contoh rutinitasnya adalah bangun lebih pagi, olahraga, dan berjemur.

10.  Ciptakan Rutinitas Sore

Sumber: https://pinterest.com/

Selain rutinitas pagi, kamu juga boleh coba membuat rutinitas malam yang gak kalah baiknya. Contohnya seperti mengevaluasi hari, menulis, mandi, dan lainnya.

11.  Lakukan Peraturan Tanpa Media Sosial

Sumber: https://en.m.wikipedia.org/

Di hari kesebelas, kamu coba sisipkan waktu di jadwalmu dimana kamu benar-benar tidak membuka media sosial. Media sosial tidak selalu isinya baik. Jangan sampai kamu menghancurkan mood kamu karena berita tidak menyenangkan di media sosial. Kamu bisa menjadwalkannya di pagi hari agar kamu lebih bersemangat tanpa beban karena pemberitaan media sosial.

12.  Menolak tanpa Meminta Maaf

Sumber: https://thenankoo.com/

Kamu berhak menolak ajakan orang lain untuk pergi karena itu akan mengganggu jadwalmu. Jadi, mulai sekarang coba untuk menolak tanpa perlu merasa bersalah.

13.  Tanyakan 4 Pertanyaan Sebelum Mengiyakan

Sumber: https://englishlive.af.com/

Kalau kamu mau disuruh melakukan sesuatu di luar jadwalmu, kamu bisa tanyakan dulu pertanyaan seperti seberapa pentingnya kegiatan itu, apakah akan memakan waktu lama, apa feedback yang kamu dapatkan, dan apakah bisa jika diganti di lain waktu. Setelah mengkonfirmasi semuanya dan ternyata itu penting, baru kamu mengiyakannya.

14.  Buat Jurnal Waktu dan Evaluasi

Sumber: https://clairediazortiz.com/

Di hari terakhir, kamu sudah mengerti tentang jadwal dan prioritasmu. Sekarang, saatnya mengupdate jadwal dan menyesuaikannya dengan jadwal dan prioritas barumu. Lakukan itu perdua minggu sekali karena prioritas pasti berubah-ubah.

Pertanyaan yang Haram Ditanyakan Saat Menjalani Interview Pekerja

Saat wawancara kerja, biasanya pewawancara akan memberikan waktu untuk kamu bertanya apapun padanya. Banyak yang tidak tahu kalau ternyata pertanyaan-pertanyaan yang kamu lontarkan bisa saja mengubah pandangannya terhadap kamu. Jangan sampai kamu salah bertanya yang mengakibatkan penilaianmu berkurang di mata pewawancara. Jadi, perhatikan pertanyaan apa saja yang tidak boleh ditanyakan saat wawancara pekerjaan.

  1. Apa yang perusahaan Anda lakukan?
Sumber: https://sevengatellc.com/

Kalau kamu sudah mendaftar lowongan kerja di perusahaan tersebut, tentunya kamu seharusnya sudah tau tentang perusahaan itu. Perusahaan itu bergerak di bidang apa, siapa direkturnya, dimana saja cabangnya, dan lain sebagainya. Jadi, pertanyaan yang menyangkut perusahaan sebaiknya tidak ditanyakan.

  1. Apakah boleh jika gaji pertama saya dinaikkan?
Sumber: https://insights.dice.com/

Menanyakan perihal gaji saat wawancara pekerjaan tidaklah sopan. Apalagi jika kamu meminta untuk menaikkan gaji pertamamu. Itu bisa membuat kamu langsung dicoret dari daftar penerimaan karyawan baru.

  1. Apakah saya boleh mengganti kewajiban pekerjaan saya?
Sumber: https://womansday.com/

Saat mendaftar, tentu kamu tahu kewajiban apa saja yang harus kamu lakukan saat diterima di posisi tersebut. Jadi, tidak mungkin kamu meminta untuk mengubah tugas-tugas yang sudah sepatutnya kamu kerjakan apalagi kalau kamu masih baru.

  1. Apakah saya bisa mengubah waktu kerja saya?
Sumber: https://chartattack.com/

Sebagai orang baru, ada baiknya untuk selalu mengikuti peraturan perusahaan. Apalagi tentang jam kerja. Kebanyakan jam kerja di perusahaan tidak bisa diubah, kecuali untuk perusahaan yang menganut sistem flextime atau jam kerja fleksibel. Jadi, menanyakan pertanyaan tersebut adalah hal yang tidak berguna.

  1. Berapa banyak cuti yang bisa saya dapatkan?
Sumber: https://travelchannel.com/

Pertanyaan ini membuat kamu seolah-olah tidak niat untuk bekerja dan hanya memikirkan waktu libur. Jadi, lebih baik jangan ditanyakan, ya.

  1. Apa benar perusahaan ini sedang ada masalah?
Sumber: https://careertoolbelt.com/

Menanyakan kebenaran gossip yang kamu dengar mengenai perusahaan tersebut saat wawancara benar-benar tidak sopan. Selain kemungkinan untuk kamu ditolak semakin besar, kamu pun tidak akan mendapat jawaban yang kamu inginkan.

  1. Apakah perusahaan akan melakukan tes narkotika?
Sumber: https://thebalancecareers.com/

Pertanyaan seperti ini membuat kamu akan terlihat mencurigakan. Bisa-bisa kamu mendapat tuduhan yang tidak-tidak. Kecuali jika kamu memang sedang dalam pengobatan tertentu.

  1. Berapa lama saya harus bekerja untuk mendapatkan promosi jabatan?
Sumber: https://medium.com/

Ingat, kamu belum tentu diterima. Untuk menanyakan hal-hal yang hanya bisa dilihat berdasarkan hasil kerjamu pun tidak baik ditanyakan saat kamu belum mulai bekerja.

  1. Apakah aktifitas online saya akan diawasi?
Sumber: https://kaspersky.com/

Pertanyaan ini sama seperti pertanyaan sebelumnya. Kamu malah akan terlihat mencurigakan karena seakan-akan takut jika aktivitas onlinemu ketahuan oleh perusahaan. Jangan berikan image yang mencurigakan seperti itu saat wawancara.

Indikator Menjadi Orang Sukses

Semua orang ingin menjadi orang sukses. Sayangnya, tidak semua bisa menjadi orang sukses. Menjadi orang sukses tidak serta merta terjadi begitu saja. Ada berbagai macam hal yang perlu dilakukan untuk menjadi orang sukses. Tidak hanya itu, malah banyak orang yang menganggap mereka adalah orang sukses, namun pada kenyataannya belum.

Mary Ellen Tribby, seorang konsultas bisnis, membuat sebuah indikator untuk menentukan seseorang adalah orang sukses atau bukan. Nah, berikut ini adalah beberapa poin indikator yang bisa kamu gunakan untuk menentukan kamu sendiri adalah orang sukses atau bukan.

  1. Selalu Bersyukur
Sumber: https://medium.com/

Orang sukses akan selalu bersyukur atas apa yang ia dapatkan. Walaupun itu adalah hal-hal kecil, mereka akan senantiasa menganggap hal itu besar dan penting karena mereka tahu bahwa sekecil apapun sebuah hal bisa saja mengubah kehidupannya. Sehingga orang sukses pun sangat bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan.

  1. Mudah Memaafkan Kesalahan Orang Lain
Sumber: https://medium.com/

Sebagai orang sukses, kelapangan hati adalah hal yang penting. Sifat mudah memaafkan akan terbentuk dengan sendirinya karena orang sukses biasanya langsung paham bahwa manusia adalah tempatnya salah.

  1. Menerima Konsekuensi Atas Kesalahan yang Diperbuat
Sumber: https://knowledge.insead.edu/

Menjadi orang sukses artinya siap pula dalam menanggung segala konsekuensi atas kesalahan yang sudah dilakukan. Orang sukses adalah orang yang berhati besar. Jadi, menerima kesalahan dan konsekuensi serta hukumannya adalah sifat yang memang sudah menjadi tanda bahwa orang tersebut adalah orang sukses.

  1. Selalu Mengajak Orang Lain untuk Sukses
Sumber: https://ozanagiusca.com/

Tidak ingin sukses sendiri, orang sukses biasanya akan mengajak dan mempengaruhi orang lain untuk ikut sukses. Mereka cenderung untuk tidak egois dan dengan senang hati membagikan ilmu serta semangat pada orang lain.

  1. Memuji dan Memberikan Selamat Pada Kesuksesan Orang Lain

Jika melihat seseorang sukses bahkan melebihi mereka, orang sukses tidak akan merasa iri. Yang ada, mereka akan memberikan selamat serta memuji kerja keras yang telah dilakukan. Bukan hanya selamat dan pujian, mereka pun akan merasa lebih terpacu dalam meraih kesuksesan mereka yang lain.

  1. Suka Membaca dan Menyebarkan Informasi yang Disertai dengan Data
Sumber: https://theedadvocate.org/

Orang sukses sangat suka membaca. Bukan bacaan ecek-ecek maupun gosip karena mereka tidak ada waktu untuk itu. Mereka hanya suka membaca bacaan yang memang sudah ada datanya. Selain itu, mereka pun tidak pelit pengetahuan. Mereka dengan senang hati membagikan informasi yang mereka tahu sesuai data yang mereka terima pula. Jadi, jangan takut untuk termakan hoax karena mereka tidak akan menyebarkannya.

  1. Memiliki Daftar Keinginan
Sumber: https://nsthemes.com/

Bagi sebagian orang, saat mendapatkan keinginan terbesarnya, mereka akan cepat merasa puas. Hal inilah yang biasanya membuat seseorang tidak sepenuhnya sukses. Orang sukses adalah mereka yang selalu punya impian dan keinginan. Walaupun keinginannya sudah terpenuhi, mereka akan senantiasa mencarinya lagi dan lagi. Dengan begitu, hidup mereka pun akan lebih terarah karena mereka tahu apa yang mereka inginkan.

  1. Selalu Ingin Belajar dan Punya Ide
Sumber: https://collegeparentcentral.com/

Salah satu keinginan orang sukses adalah terus menerus belajar. Bagi mereka, tidak cukup hanya dengan satu dua ilmu pengetahuan yang mereka kuasai, mereka juga butuh ilmu-ilmu lain agar dapat menjawab segala pertanyaan yang mereka takt ahu jawabannya. Selain mencari jawaban, ilmu yang mereka dapatkan itu juga mereka manfaatkan untuk membuat ide-ide cemerlang. Oleh karena itulah orang sukses akan selalu punya ide.

  1. Mudah Beradaptasi
Sumber: https://medium.com/

Zaman terus berkembang. Jika kamu adalah orang yang tidak suka dengan perubahan, maka kamu mungkin bukanlah kandidat yang cocok untuk menjadi orang sukses. Mengapa? Karena orang sukses akan sangat mudah beradaptasi di lingukangan yang baru. Jadi, merekapun bisa bersikap dan bekerja secara normal walaupun keadaan sekitar mereka berubah.

  1. Berpikir Di Luar Nalar
Sumber: https://growthengineering.co.uk/

Istilahnya adalah thinking outside the box. Ide-ide mereka tidak hanya cemerlang, namun cara menyelesaikan masalah bagi orang sukses sangat berbeda dengan cara menyelesaikan masalah bagi orang biasa. Orang biasa mungkin hanya menyelesaikan masalah yang saat itu muncul, namun orang sukses akan memikirkan bagaimana keputusannya berpengaruh pada masalah-masalah lain yang mungkin akan muncul sehingga mereka bisa meminimalisir hal tersebut.

Nah, berkaca dari 10 poin tersebut, apakah kamu termasuk orang sukses?

Cara Memiliki Mental yang Kuat

Mental yang kuat tidak serta merta muncul begitu saja. Ada banyak praktek yang harus dijalani untuk mendapatkan hal itu. Seringkali malah praktek itu sangat mudah dilakukan, namun selalu diabaikan. Apa saja?

  1. Jangan Takut Sendirian
Sumber: https://bbc.com/

Untuk menjadi seseorang yang bermental baja, kamu tidak boleh takut melakukan hal-hal sendiri. Kamu tidak bisa mengharapkan akan selalu ada bantuan karena bantuan tidak selamanya ada. Dengan menanamkan pada diri sendiri bahwa kamu bisa mandiri, kamu sudah mulai membangun mental yang kuat.

  1. Jangan Terpuruk Pada Masa Lalu
Sumber: https://tinybuddha.com/

Masa lalu memang penting. Namun jangan sampai kamu malah terpuruk dan tidak bisa move on. Jadikan masa lalu sebagai batu loncatan untuk dirimu, bukan batu sandungan yang menenggelamkanmu.

  1. Jangan Mengharapkan Sesuatu Dari Apa Yang Telah Kamu Berikan
Sumber: https://emmanuelmensahministries.com/

Banyak sekali orang yang mengharapkan balasan atas kebaikan mereka. Tapi, hal itu sebenarnya tidak baik. Dengan kamu terus mengharap itu kamu akan kecewa sendiri karena tidak mendapat apa yang kamu harapkan. Jadi, jangan terlalu berharap untuk itu. Lakukanlah kebaikan tanpa pamrih.

  1. Jangan Berharap Akan Langsung Mendapat Hasil
Sumber: https://dnaindia.com/

Hasil usahamu tidak akan serta merta muncul. Akan ada banyak sekali proses untuk mendapatkan hasil yang kamu inginkan. Jadi, bersabarlah untuk itu.

  1. Jangan Ragu Untuk Berbagi
Sumber: https://everydayfeminism.com/

Berbagi tidak perlu berbentuk materi. Ilmu yang kamu punya pun akan sangat berguna untuk kamu bagikan. Ikhlas dalam memberi akan membuat kamu lebih bersyukur atas apa yang kamu punya. Dengan begitu, kamupun akan dengan sendirinya lebih bersabar saat menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Jangan Buang Waktu Untuk Mengasihani Diri Sendiri
Sumber: https://english.elpais.com/

Kalau kamu sedang berada dalam kesulitan, jangan sekalipun mengasihani diri sendiri. Mengasihani diri sendiri adalah hal yang tidak berguna. Gunakanlah waktumu yang berharga itu untuk memperbaiki keadaan.

  1. Jangan Buang Tenaga Pada Sesuatu Yang Tak Bisa Kamu Kendalikan
Sumber: https://dnaindia.com/

Kamu tahu ada yang salah, namun, kalau penyebabnya adalah hal-hal yang tidak bisa kamu kendalikan, maka jangan paksakan diri untuk memperbaikinya.

  1. Jangan Biarkan Orang Lain Mempengaruhi Emosimu
Sumber: https://headheartbrain.com/

Emosimu adalah milikmu. Jangan mudah terbawa suasana sampai-sampai kamu seakan terhipnotis pada orang lain yang akhirnya malah membuatmu menjadi bukan dirimu. Atur emosimu, jangan sampai kamu disetir oleh orang lain.

  1. Jangan Iri Dengan Kesuksesan Orang Lain
Sumber: https://isha.sadhguru.org/

Kesuksesan orang lain ada bukan untuk menjadi objek yang harus kamu irikan. Kesuksesan orang lain ada agar kamu bisa memecut dirimu sendiri agar bisa sukses seperti mereka. Jangan biarkan dirimu iri pada kesuksesan tersebut yang akhirnya malah membuatmu lupa untuk membuat dirimu sendiri sukses.

  1. Jangan Lari Dari Tanggung Jawab
Sumber: https://redboxfire.co.uk/

Lari dari tanggung jawab tidak akan membuat masalahmu berkurang. Yang ada, masalah lain akan bermunculan hanya karena kamu tidak melakukan tanggung jawab yang sebelumnya.

  1. Jangan Mudah Menyerah
Sumber: https://pijarpsikologi.org/

Masalah akan selalu ada. Rintangan dan cobaan adalah penghias hidup. Oleh karena itu, jangan sampai kamu menyerah pada keadaan yang sebenarnya bisa kamu perbaiki. Jangan jadikan masalah, rintangan, dan cobaan sebagai alasan kamu untuk berhenti melakukan sebuah hal yang positif.

  1. Jangan Takut Mengambil Keputusan
Sumber: https://jepsonholt.com/

Setiap keputusan akan selalu ada efek sampingnya. Tidak ada keputusan yang sempurna. Jadi, janganlah kamu takut untuk memilih salah satunya.

STOP, Untuk Kamu yang Sedang Stres

sumber: https://medicalnewstoday.com/

Stres adalah sebuah perasaan dimana kamu merasa kacau dan pikiranmu menjadi tak menentu. Stres adalah perasaan yang wajar terjadi saat kamu merasa bingung dengan sebuah pilihan atau berada di keadaan yang tidak biasa kamu hadapi. Merasa stres tidaklah aneh karena setiap orang akan mengalaminya.

Walaupun wajar, stres adalah perasaan yang negatif dan tidak baik untuk merasakannya pada jangka panjang. Bagi sebagian orang, menghilangkan stres adalah hal yang mudah. Mereka tahu apa yang harus dilakukan saat merasa stres. Namun, bagi sebagian lagi, stres akan cukup sulit dihilangkan. Apalagi kalau penyebab stres ini terlalu dalam di pikiran mereka.

Kalau kamu adalah sebagian yang kedua, mungkin kamu bisa melakukan Metode STOP untuk menghilangkan stres. Apa itu Metode STOP?

sumber: https://mishapsandmindfulness.com/

S = Stop

Berhentilah melakukan hal yang sedang kamu lakukan. Berikan tubuhmu posisi yang menurut kamu nyaman dan tinggalkan semua pekerjaanmu sesaat untuk menenangkan dirimu.

T = Take a Breath

Setelah kamu merasa nyaman, tariklah nafas dan hembuskan perlahan. Lakukan terus menerus sampai kamu menemukan ritme yang sama seperti saat kamu bernafas seperti biasanya. Kegiatan ini juga dapat membantumu tenang.

O = Observe

Selidikilah dirimu sendiri. Apa yang tubuhmu butuhkan? Bagaimana keadaan emosimu? Mengapa kamu merasakan emosi tersebut? Apa yang ada di pikiranmu?

P = Proceed with Purpose

Jika kamu sudah tahu bagaimana keadaanmu sendiri, barulah kamu bisa mengeksekusi apa yang kamu butuhkan. Misal jika, saat menyelidiki diri, kamu merasa lelah, maka yang kamu butuhkan adalah istirahat. Jika kamu merasa tidak tenang, mungkin kamu butuh menyegarkan dirimu dengan mandi. Setelahnya, kamu akan merasa lebih baik karena kebutuhanmu sendiri sudah terpenuhi. Dengan begitu, karena kamu sudah merasa lebih baik, kamu bisa menghadapi hal-hal yang membuatmu stres itu dengan kepala dingin.

Bicara Tentang Percintaan – Edisi Valentine

“Percintaan” menjadi salah satu topik yang nggak akan ada habisnya kalau dibahas. Setiap orang punya cerita yang berbeda-beda dalam kehidupan percintaannya. Ada yang menyenangkan, menegangkan, drama sampai yang menyedihkan. Setelah mendengar dari beberapa orang dan mengalami sendiri, aku mau sharing beberapa pelajaran mengenai percintaan.

1. Jangan pernah memaksa orang untuk mencintai kamu.

Kalau emang dia sayang sama kamu dan ingin dengan “sukarela” (willing) tetap sama kamu, dia akan lakuin yang terbaik buat dapetin hati kamu. Sama halnya berlaku antara kamu ke si dia. Kalau memang kamu beneran sayang sama dia, kamu akan rela lakuin apapun yang kamu mampu untuk bisa untuk bikin dia senang.
2. Jangan pernah berharap orang lain bisa bikin kamu lebih bahagia daripada diri kamu sendiri.
Kalau kamu nggak bahagia dengan diri kamu sendiri dan kamu nggak nyaman dengan kesendirian (kesinglean) kamu kemungkinan kamu akan bahagia dengan pasangan itu jauh lebih kecil. Karena setiap kali kamu merasa pasangan kamu harusnya bisa bahagiain kamu, bahkan pasanganmu dapat melakukan yang sebaliknya yaitu menyakitimu dengan sengaja maupun tidak sengaja. Karena tujuan kita berpasangan bukan untuk jadi lebih bahagia. Tetapi karena memang kamu mau sama dia dan membahagiakan dia, bukan berharap sebaliknya untuk dia bahagiain kamu.
3. Jangan pernah mengumbar keburukan pasangan kamu.
Kalau memang kamu sudah enggak bisa terima lagi atas keburukan yang dia lakukan atau ketidakadilan yang kamu hadapin selama kamu berpacaran sama dia, at least jangan umbar kejelekannya. Karena suatu saat kamu bakal ketemu yang lebih baik dan kamu nggak mau sampai dia menganggap kamu “ringan” karena kamu pernah mengalami pengalaman yang lebih buruk dan merasa dirinya sudah lebih baik daripada pasangan kamu yang dulu. Apabila kamu dapat pasangan yang mungkin lebih buruk dari yang sebelumnya kesempatan dia untuk membela diri jauh lebih besar karena dia tahu masa lalu juga nggak sebaik yang kamu alami dalam hubungan yang sekarang sama dia.
4. Sembuhin dirimu terlebih dahulu sebelum kamu menyembuhkan orang lain.
Mungkin dimata teman-teman kamu, kamu adalah orang yang paling sabar yang paling baik dan mampu menjadi pendengar yang baik bagi banyak orang. Tapi sebenarnya nggak kayak gitu. Dalam berpacaran kamu sadar kalau kamu nggak sebaik apa yang temen-temen kamu liat. Kadang ketika pasangan kamu butuh kamu untuk jadi teman baik tapi kamu malah nambahin beban dan memperuwet masalah dia bukan malah membantu. Mungkin karena kamu butuh perhatian atau kamu kesepian atau bahkan kamu sendiri masih “sakit” dari pengalaman kamu yang lalu. Jadi lebih baik kamu sembuhin dirimu sendiri dulu baru memulai hubungan yang baru dengan orang yang baru.
5. Jangan gampang ngomong kata putus.
Karena putus itu nggak mudah dan karena putus itu apa dampak panjang entah buat kamu sendiri ataupun orang lain. Sama halnya dengan nembak artinya kamu berkomitmen sama dia, putus itu juga salah satu kata bentuk komitmen menyatakan kamu nggak mau sama dia lagi. Kalau kamu sudah ngomong putus dan tiba-tiba kamu berubah pikiran, menyesal atau bahkan berpikir untuk balikan kamu akan dianggap nggak konsisten dan kamu nggak bisa komitmen sama omongan kamu sendiri.
6. Kamu enggak bisa benar-benar berteman dengan mantanmu, kecuali..
Ya, mungkin kedengarannya kayak emang childish. Tapi kemungkinan kamu bisa benar-benar berteman dengan mantanmu sangat kecil, kecuali memang kamu nggak pernah beneran sayang sama dia.
Buat kalian yang sedang jatuh cinta sekarang, baru pacaran, berencana menikah atau yang di persimpangan jalan antara kamu mau putus atau mau lanjut. Coba pertimbangin matang-matang Jangan sampai menyesal dengan keputusanmu, mintalah pendapat orang lain khususnya orang-orang terdekat seperti orang tua dan sahabat karena mereka melihat dari sudut pandang ketiga di luar dari relationship kamu. Ketika kamu nggak bisa lihat, mereka bisa lihat. Sama halnya seperti apa yang kamu liat dari pasangan kamu dan mereka nggak bisa liat.
Lanjut maupun putus sama-sama bentuk komitmen.
Cinta bukan main-main. Cinta bukan ajang coba-coba.

Selamat bulan Valentine, love yourself & love others!