Emosi yang muncul dalam diri kita sebenarnya berasal dari cara kita memandang dunia di sekitar kita. Emosi yang muncul dalam diri kita sebaiknya jangan kita hindari, meskipun emosi tersebut adalah kemarahan, kesedihan atau kekecewaan sekalipun. Lalu bagaimana cara menghandle emosi tersebut?

Sadari dan dengarkan. Emosi yang terjadi pada dirimu pasti ada pemicunya, ketahui pemicunya dan kemudian sadari. Tidak perlu memnghindar atau mengelak, justru kalau kita menghindar dan menyangkal, yang ada emosi kita akan semakin menumpuk dan tidak bisa di kontrol. Begitu kita bisa memahami emosi yang terjadi pada diri kita sendiri, kita berhasil menangkap pesan apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh pikiran kita sendiri.

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@olly

Emosi yang kita rasakan itu tidak selalu negatif, dan tidak selalu negatif juga. Bisa jadi emosi yang kita rasakan saat ini adalah positif seperti senang, terharu, bangga. Tapi, bukan berarti kita tidak boleh merasakan emosi yang negatif juga, dan bukan berarti kita tidak bisa merasakan keduanya sekaligus. Kalau kita sedang sedih, tidak apa-apa, jangan memendam dan menolak rasa sedih itu. Karena semua emosi dan perasaan yang kita rasakan saat ini tidak permanen. Pasti akan berubah. Mungkin ada yang cepat dan mungkin ada yang lambat. Mau cepat ataupun lambat, tidak ada yang paling baik. Semua yang terjadi pada diri kita adalah yang terbaik.

Lagi pula, kalau kita emosional memangnya kenapa? Apa kita salah menjadi orang yang emosional? Jawabannya tidak salah dan tidak benar juga.

Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan dalam rangka mengendalikan dan mendengarkan emosi diri kita sendiri:

Berhitung

Memang terdengar sepele dan sedikit konyol, namun berhitung secara perlahan mampu meredakan emosi kita yang sedang meluap. Pada saat kita berhitung, denyut nadi kita akan turun dan emosi kita akan lebih mudah untuk dikendalikan.

Tarik Napas

Saat kita berada pada posisi emosional, biasanya napas kita cenderung pendek-pendek. Untuk itu, cobalah untuk mengatur pernapasan kita dengan cara menarik napas secara perlahan dan hembuskan perlahan juga lewat mulut.

Katakan kalimat positif

Kalimat positif dapat menjadi salah satu cara mengendalikan emosi. Carilah kata atau frasa yang membuat kita menjadi tenang dan fokus kembali. Ulanglah kata-kata tersebut ketika kita sedang berada di puncak emosi, marah misalnya. Katakanlah pada diri sendiri “Rileks”, “tenang saja”, dan “semua akan baik-baik saja” secara berulang dan lama-kelamaan kita akan kembali tenang.

Mendengarkan lagu

Cara yang satu ini cukup ampuh untuk membantu kita mengendalikan emosi. Dengarkan lagu-lagu favorite yang membangkitkan semangat. Dengarkan lagu yang membuat kita tenang. Gunakan earphone atau pergi ke suatu tempat yang tenang, putarkan lagu kesukaan kita, dan dengarkan. Biarkan musik membawa pergi emosi kita dan membuat kita menjadi lebih tenang.

Meditasi

Cara yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Bermeditasi membantu kita memahami emosi yang terjadi pada diri kita. Dengan bermeditasi kita juga bisa belajar mengenali siapa sebenarnya diri kita sendiri. Dengan bermeditasi, kita akan belajar untuk menjadi lebih tenang dan mindful dalam menghadapi setiap masalah, termasuk emosi yang melanda. Meditasi mengajarkan kita untuk melihat ke dalam diri kita sendiri dan mengetahui serta mengenal diri kita sendiri. Jadi kita dapat lebih emahami dan bisa mengatur dan mengendalikan emosi yang sedang kita rasakan.

Setelah kita bisa mengendalikan emosi kita sendiri, kita akan jadi lebih tenang dan rileks. Satu hal yang perlu diingat adalah, emosi tidak perlu dihindari, ditolak, dan disangkal, tapi cukup rasakan, sadari dan kendalikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *