Kita semua pasti memiliki masa lalu, entah itu masa lalu yang baik, ataupun buruk. Biasanya kita ingin mengenang masa lalu yang baik dan melupakan masa lalu yang buruk. Namun faktanya, kita lebih mengingat masa lalu yang buruk, bukan karena kita tidak mau melupakannya tapi karena kejadian di masa lalu itu membekas, mungkin tidak hanya membekas di fisik kita namun membekas di hati kita, khususnya sebagai wanita.

Berikut kami akan membahas cara bagaimana melupakan masa lalu.

  1. Menerimanya

Masa lalu sudah tidak dapat diubah, seperti kata pepatah nasi sudah menjadi bubur. Daripada menyesali yang sudah terjadi, lebih baik menerimanya dan mengambil sisi positif dari apa yang sudah terjadi. Jika Anda kesulitan mencari sisi positif dari masa lalu Anda, ambillah waktu tenang untuk merefleksikan diri dan mensyukuri bahwa Anda telah dapat melewati waktu sulit.

  1. Bersyukur

Seperti yang telah saya katakan diawal, mungkin banyak hal di masa lalu yang sebenarnya jauh lebih indah untuk dikenang, namun kita terfokus pada hal buruk yang terjadi. Bahkan ingatan buruk dimasa lalu dapat menghapus kenangan indah dan membebani pikiran kita. Bersyukur adalah kunci agar pikiran Anda tidak terus-menerus terpaku pada pengalaman pahit di masa lalu, banyak hal yang dapat disyukuri jika kita menelusuri hidup dengan lebih detail.

  1. Belajar

Semua terasa lebih ringan apabila kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian dimasa lalu yang pernah terjadi, apakah itu hal baik maupun hal buruk. Masa lalu adalah sekolah kehidupan bagi kita agar dimasa yang akan datang kita tidak mengulangi kesalahan yang sama bahkan dapat bersikap lebih dewasa jika mengalami masalah yang serupa. Dengan demikian masa lalu kita tidak Iagi menjadi sesuatu yang membelenggu, tapi justru membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik.

  1. Memberi Pengampunan

Masa lalu yang buruk biasanya akan menimbulkan amarah bahkan dendam kepada penyebab masa lalu yang buruk itu. Memberi pengampunan tidak berarti hanya kepada orang lain yang menyakiti kita, tapi juga memberikan pengampunan kepada diri sendiri yang mungkin selama ini kita tidak dapat memaafkan diri sendiri sebagai penyebab dari pengalaman buruk dimasa lalu. Setelah mengampuni, kita akan merasa lebih baik. Sesungguhnya jika kita terus menyimpan amarah dan dendam sebenarnya diri kita sendiri yang merugi.

  1. Berbagi beban

Berbagi beban disini tidak berarti kita menyusahkan orang lain. Carilah orang yang dapat Anda percaya dan yang tidak merasa keberatan untuk mencurahkan isi hati Anda kepadanya. Berbagi beban atau Sharing ini lebih dibutuhkan oleh wanita karena lebih banyak menggunakan feeling dalam berinteraksi. Sharing tidak berarti harus dengan orang lain, jika Anda tidak terbiasa mengutarakan hal pribadi ke orang lain Anda tentu dapat menuangkan curahan hati Anda ke dalam sebuah Jurnal atau Buku Harian. Untuk sharing ini sangat disarankan untuk mencari tempat berbagi beban kepada orang yang sesama jenis. Jika Anda wanita silahkan sharing ke wanita juga karena kurang lebih memiliki cara pikir yang lebih mirip dibandingkan lawan jenis, karena sama – sama lebih menggunakan feeling dalam berinteraksi. Selain itu dapat menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti CinLok, CLBK atau perselingkuhan yang biasa dihadapi oleh pasangan yang sedang dilanda masalah.

  1. Buang barang kenangan masa lalu

Anda akan lebih mudah melupakan masa lalu apabila barang kenangan masa lalu telah disingkirkan. Jika memang Anda tidak tega untuk membuang barang tersebut, Anda dapat memberikannya kepada orang – orang yang lebih membutuhkannya, atau bahkan menjualnya ke pasar loak. Dengan kepergian barang kenangan masa lalu tersebut, Anda akan lebih mudah melupakannya karena sudah tidak melihat barang tersebut. Tips ini sangat manjur dilakukan banyak orang dan terbukti efektif.

  1. Hadapi masa lalu

Bagaimanapun masa lalu kita adalah sesuatu yang harus kita hadapi sebelum dapat melupakannya, selama kita belum berani menghadapi masa lalu, kita akan selalu dihantui oleh masa lalu karena bagaimanapun masa lalu merupakan bagian dalam hidup kita. Sekadar memendam rasa sakit, benci, atau takut, tidak akan menyelesaikan masalah. Hadapilah diri sendiri terimalah kenyataan kita tidak bisa mengubah hal yang sudah terjadi, tapi saat kita mau berdamai dengan diri sendiri atau orang lain, maka kita sudah bisa dikatakan menang!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *