Salah satu pertanyaan paling umum yang sering dilontarkan adalah bagaimana cara meningkatkan kesehatan mental serta tubuh kita. Ketika kesehatan mental kita menderita, tubuh pun akan ikut menderita. Hal yang juga berlaku saat kita berhenti berolahraga dan makan sehat. Kesehatan mental dan kesehatan tubuh itu pada dasarnya saling berhubungan. Kita tidak bisa memiliki salah satunya tanpa yang lainnya. Jadi antara kesehatan fisik dan juga mental memiliki hubungan erat yang secara tidak sadar memang otomatis saling terkoneksi satu dengan yang lain.

Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat membantu kita semua agar merasa berseri, dari luar dan dalam.

Kendalikan pikiranmu

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@olly


Kendalikan pikiranmu, khususnya pikiran negatif, jahat atau keduanya. Kebahagiaan adalah perasaan dan perasaan dipengaruhi oleh pikiran. Jadi, jika kamu selalu memikirkan tentang hal-hal negatif dan terus menerus mengulangnya dalam kepalamu, maka secara tidaklangsung kamu telah mempengaruhi kesehatan fisik serta mentalmu. Tidak bisa dipungkiri bahwa pikiran-pikiran negatif pasti akan selalu ada, namun jka kita bisa mengendalikannya, hal tersebut dapat membantumu menjadi lebih sehat dan bahagia.

Singkirkan gangguan kecil

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@pixabay


Jangan terlalu berfokus pada gangguan gangguan kecil yang sering terjadi saat kamu sedang melakukan aktivitas. Karena hal itu tidak sepadan dengan energi yang kita keluarkan. Jika kamu memiliki pemikiran-pemikiran kecil yang dirasa mengganggu, cobalah sebisamu untuk menyingkirkannya. Lakukanlah hal lain yang membuat dirimu teralihkan dan ketahuilah bahwa semuanya akan segera berlalu.

Self-care is a must

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@custommadename


Merawat diri juga bisa dengan melakukan hal-hal kecil, namun hal tersebut dapat membuat perbedaan yang besar. Merawat diri sendiri pun bisa secara fisik dan mental. Beberapa hal yang bisa kita lakukan dalam rangka merawat diri antara lain: tidur cukup, makan makanan sehat dengan teratur, menulis jurnal, mendengarkan musik favorit, pakai skincare favorit, ngobrol bersama sahabat dan keluarga, dan semua hal yang membuat dirimu bahagia adalah bagian dari merawat diri sendiri.

Jangan menilai diri sendiri

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@quang-nguyen-vinh-222549


Kita semua adalah makhluk ciptaan Tuhan yang unik. Terbukalah untuk belajar dan tumbuh dan memperluas zona nyamanmu. Jika selamanya kamu berbicara “aku tidak bisa”, maka lama kelamaa, hal terebut akan mejadi kenyataan. Berbicara kepada diri sendiri secara negatif sama dengan menjadi penindas diri sendiri. Oleh sebab itu, berbicara kepada diri sendiri secara positif akan mampu mempengaruhi pikiran dan mood kita menjadi positif pula.

Berani mengatakan ‘tidak’

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@keira-burton


It’s okay to say no. Kalau kita sedang ada di situasi yang sulit dan membutuhkan waktu untuk diri sendiri, menolak ajakan atau tawaran tertentu itu sangat diperbolehkan. Karena cuma dirimu yang mengerti apa yang kamu butuhkan jadi tidak apa-apa untuk mengatakan ‘tidak’ jika kita merasa kewalahan atau tidak puas dengan situasi atau pilihan. Jangan karena kita merasa tidak enak kemudia kita mengorbankan diri kita sendiri demi orang lain. Kita pun harus memikirkan diri kita sendiri, jika diras mampu maka sah-sah saja, namun jika dirasa diri kita ragu, cukup katakan tidak.

Mencintai diri sendiri itu tidak egois

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@mdsnmdsnmdsn


Mencintai dan menjaga diri sendiri bukanlah suatu tindakan yang sia-sia atau egois jika dilakukan dengan tulus dan reflektif, itu adalah tindakan cinta, merangkul keberadaan kita karena keindahannya. Mencintai diri sendiri itu tidak egois selama kita tahu porsi dan batasan yang harus kita patuhi. Jutru hal terebut mencerminkan bahwa kita udah mengerti dan memahami bahwa diri sendiri, diri kita butuh perhatian dan perawatan lebih. Cintailah dirimu dengan porsi sewajarnya, jangan menjadikan alasan tersebut untuk mencari perhatian lebih dan memanfaatkan keadaan karena hal tersebut sudah terbilang jauh dari kegiatan mencintai diri sendiri.

Quality over quantity

 

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@olly


Hargai kualitas daripada kuantitas. Daripada membeli kemeja yang akan rusak setelah beberapa kali pencucian, lebih baik investasikan pakaian yang tahan lama. Pilihlah piring yang berkualitas baik untuk rumahmu dan lakukan hal yang sama pada panci, wajan dan barang-barang yang lainnya. Hal-hal yang kita gunakan setiap hari harus mencerminkan nilai-nilai kita. Tempatkan kualitas di atas kuantitas sesering mungkin.

Enjoy your “me time”

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@andre-furtado-43594


Nikmati saat-saat sendirian dengan melakukan hal-hal sederhana. Hidupmu tidak harus penuh dengan kegembiraan dan menunjukkannya setiap hari, setiap saat. Kamu bisa mengisi waktu me-time mu dengan tidur, membaca buku, atau hal-hal lain yang membuat dirimu rileks di waktu sendirimu.

Saling memaafkan

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@elly-fairytale


Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan, kita semua pasti pernah mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya kita katakan. Jauh lebih mudah bagi kita untuk menginginkan orang lain meminta maaf kepada kita, tetapi jauh lebih sulit jika kita diminta untuk melakukan hal yang sama. Jika kamu merasa bahwa kamu pernah melakukan kesalahan atau mengatakan hal-hal yang tidak seharusnya kamu katakan dan kamu merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hati, sebaiknya utarakanlah perasaan tersebut dan cobalah untuk berluas hati dan meminta maaf. Jika hal tersebut dibiaran terslalu lama, sama saja seperti kamu sedang membawa sebuah tas di pundakmu yang bebannya cukup berat, lama kelamaan kamu pasti akan merasa lelah dan ingin terbebas dari beban berat tersebut. Dengan berlapang dada dan meminta maaf, beban yang kamu bawa selama ini akan hilang dan kamu akan merasa lega setelahnya.

Berbuat baiklah kepada semua orang

sumber: https://www.pexels.com/id-id/@mentatdgt-330508


Kapan terakhir kali kamu bertanya kepada rekan kerja, guru, atau teman tentang hari-hari mereka? Kapan terakhir kali kamu mengatakan “hai” kepada tetanggamu? Kapan terakhir kali kamu menawari seseorang secangkir kopi atau teh? Perbuatan kecil dan sederhana, tanpa kita sadari memiliki dampak yang luar biasa bagi sesama. Kita tidak pernah tahu bagaimana dan ap ayang sedang diraska oleh orang lain, kalau kita berbuat baik misalnya hanya dengan melontarkan senyum dan bertegur sapa, mungkin hal tersebut bisa jadi penyejuk hati bagi mereka yang pada saat itu sedang dalam kondisi yang tidak baik. Jadi berbuat baiklah kepada siapa pun, dimana pun, dan kapan pun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *