Ilmu agama adalah salah satu ilmu yang teramat penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Ilmu agama tidak hanya akan menjadi petunjuk dalam kehidupan tetapi juga akan menjadi penerang dalam kehidupan yang lebih baik. Untuk mendapatkan pengajaran agama Islam yang tepat, tentu kita membutuhkan seorang guru yang tepat karena guru dengan berbagai sebutan yang berbeda, akan sangat berpengaruh pada hasil pembelajaran yang dilakukan. Dalam hal ini, penting bagi sobat Cahaya islam untuk mengetahui tips memilih guru agama menurut islam. Bagaimana sajakah tips nya? Simak paparan berikut ini.

Tips Memilih Guru Agama Menurut Islam

Guru yang benar akidah nya

Untuk memilih guru agama yang benar, hal pertama yang harus diperhatikan adalah akidah dari sang guru tersebut. Akidah adalah dasar dalam beragama Islam dan memiliki fungsi paling penting sebagai pondasi dari bangunan agama yang besar. Jika akidah benar, maka proses pembelajaran yang dilakukan tentu juga akan benar.

Mengenai pentingnya akidah dalam mencari guru agama Islam yang tepat, ada salah satu perkataan penting dari Abdurrahman bin Mahdi, yang artinya, “Tiga orang tidak boleh belajar kepadanya: seorang pendusta, ahli bid’ah yang mengajak kepada bid’ahnya, dan orang yang banyak lupa dan salah.” (Syarah Ilal at-Tirmidzi)

Dari keterangan di atas, kita dapat melihat bahwa guru adalah seseorang yang memiliki pengaruh yang sangat besar. Oleh karena itu, kita harus senantiasa selektif dalam memilih guru berdasarkan akidah para sahabat terdahulu dan memilih guru yang tidak mengajarkan hal-hal yang bertentangan dengan akidah Islam.

Guru yang ahli agama

Salah satu tips memilih guru agama lain yang penting untuk dilakukan adalah memilih guru yang ahli dalam urusan agama. Hal ini adalah mutlak untuk dilakukan karena bagaimana mungkin seorang guru bisa mengajar dengan baik jika ia tidak menguasai bidang yang ia kehendaki? Oleh karena itu, kita harus selektif untuk memilih guru yang baik dengan pengetahuan agama yang mumpuni.

Dalam hal ini, Imam an Nawawi mengatakan bahwa “Tidak boleh belajar kecuali pada orang yang sempurna keahliannya, tampak ketaatannya, terbukti pengetahuannya, dan dikenal menjaga diri.” (At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur`an). Keterangan ini adalah batasan bagaimana seorang guru dianggap sebagai ahli. Jadi, ahli agama bukan hanya mereka yang memahami teori agama dengan baik tetapi juga mereka yang menampakkan ketaatan dan senantiasa menjaga diri dalam kehidupan sehari-hari.

Guru yang bertakwa kepada Allah

Takwa kepada Allah SWT adalah salah satu kriteria seorang guru yang harus senantiasa diperhatikan sebagai bagian dari tips memilih guru agama. Kita harus tahu bahwa tujuan mempelajari ilmu agama adalah untuk menambah ketakwaan kepada Allah SWT. Dengan guru yang bertakwa kepada Allah SWT, maka ketakwaan kita senantiasa akan meningkat semakin baik dan semakin tinggi. Jangan sampai kita salah memilih guru agama yang untuk urusan takwa kepada Allah SWT saja mereka tampak berselisih.

Belajar pada guru yang senior

Belajar pada guru yang berusia lanjut atau senior merupakan salah satu tips memilih guru agama yang baik untuk dilakukan. Pertimbangan yang digunakan dalam hal ini adalah seorang yang sudah senior sudah hilang syahwat untuk mencari ketenaran dan ia akan lebih sabar dalam mengajar dari pada anak muda yang nafsunya masih tinggi sehingga cenderung tergesa dalam memutuskan perkara.

Mengenai hal ini, Imam an Nawawi mengatakan, “Dapat dipetik pelajaran bahwa kematangan dan ketajaman ilmu terwujud bersama matangnya usia, banyaknya pengalaman, dan ketajaman akal.”

Namun, perlu diketahui bahwa tips memilih guru agama ini tidak membatasi kepada siapa kita harus belajar. Belajar dengan orang yang lebih senior bukan meniadakan anak muda yang berilmu. Kita tentu boleh saja belajar dengan orang yang lebih muda yang memiliki banyak ilmu.

Dari beberapa poin di atas, kita kini bisa memahami bagaimana cara yang tepat untuk memilih guru agama demi pembelajaran yang baik. Nah, sobat Cahaya islam dapat menerapkan beberapa tips memilih guru agama tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Comments

comments