Insiden pengusiran Ustadz Abdul Somad dari Hongkong menciptakan Sultan Hassanal Bolkiah marah besar. Pada wawancara dengan media setempat, Sultan Hassanal Bolkiah menyayangkan sikap Hongkong dan juga pemerintah Indonesia yang terlihat menutup mata.

“Kalau Indonesia tak dapat melindungi ulamanya sendiri, biar kami yang turun tangan. Bakal kami boikot seluruh bisnis Hongkong di Brunei,” kecam Sultan Brunei.

Dalam pernyataan tertulis lewat akun pribadinya, Sultan Brunei begitu rugikan terjadinya fitnah pada ulama di negeri mayoritas Islam ini.

“Sebagian besar Muslim kelihatannya cuma hanya label belaka di Indonesia. Berbagai ulama tetap tetap saja sehingga sasaran fitnah dan penghinaan keji,” sebut Sultan Brunei.

“Saya rutin mengamati perkembangan dakwah Islam di Asia Tenggara. Tak sedikit ulama-ulama mumpuni yang malah sehingga sasaran fitnah. Kemaren Habib Rizieq Shihab, sekarang Ustadz Abdul Somad, besok siapa lagi,” sambungnya.

“Saya lihat gabungan pada Buya Hamka dan Jenderal Sudirman didalam diri Ustadz Abdul Somad. Kedua sosok pahlawan di Indonesia yang begitu ditakuti penjajah. Dan kami juga terinspirasi oleh mereka,” kata salah satu Sultan paling kaya ini.

Dalam berbagai sesi wawancara, Sultan Hassanal Bolkiah bahkan juga mengungkapkan hasratnya untuk memboyong ulama-ulama dari Indonesia untuk dijadikan penasehat istana.

“Bila rakyat Indonesia tetap tetap saja menzalimi ulamanya, saya berjanji bakal hebat mereka (para ulama Indonesia) ke istana saya. Untuk dijadikan penasehat,” ancamnya.

KRONOLOGI PENGUSIRAN USTAD ABDUL SOMAD DI HONGKONG
Kejadian pengusiran itu terjadi ketika Ustad Abdul Somad hendak memenuhi undangan pengajian warga Indonesia di Hongkong, Minggu, (23/12).

Ustad Abdul Somad mengaku, dirinya tak mendapat argumen jelas, kenapa pihak keamanan Bandara Hongkong memulangkanya dengan paksa.

Kejadian tersebut berawal ketika Abdul Somad dan rombongan mendarat di Hongkong kurang lebih pukul 16.00 waktu di sana (atau pukul 15:00 WIB). Selepas keluar pintu pesawat telah ada berbagai orang petugas menghadang penceramah asal Riau tersebut.

Diketahui sebelumnya, Ustad yang populer lewat sebab gaya penyampaian kajian ilmu fiqihnya itu, tiba di Bandara Hongkong kurang lebih pukul pukul 15:00 WIB.

Lalu kemudian ustad asal Pekanbaru itu keluar menuju pintu pesawat tetapi disana ia dihadapkan dengan petugas yang menghadangnya.

“Begitu hingga ada berbagai orang menantikan keluar dari pintu pesawat, saya dipisah,” ujarnya.

Seusai dipisah dengan romobongannya, Ustad Somad dibawa ke dalam suatu ruangan di dalam bandara tersebut. Di dalam ruangan itu petugas mengintrogasi Abdul Somad dengan tak sedikit pertanyaan dan menggeledah barang-barang dirinya.

“Diminta supaya buka dompet, semua diperiksa, kartu-kartu dan mereka cek semua surat-surat, kemudian dirinya (petugas) liat HP liat nomer-nomer kontak,” ucap Abdul Somad.

Dalam penggeledahan tersebut petugas bandara juga pernah mencurigai keterlibatan Abdul Somad dalam suatu ormas. Tetapi faktor itu dirinya bantah langsung. Penceramah ini membahas bahwa dirinya tak ada keterkaitan apapun dengan politik maupun ormas.

“Saya bilang saya seorang dosen, kemudian saya sebutkan satu-satu universitas tempat saya mengajar,” lanjut Abdul Somad.

Penggeladahan kepada Abdul Somad terjadi tak lebih lebih selagi 30 hingga 45 menit. Seusai penggeledahan berakhir, petugas tersebut langsung mengantar kembali Ustad Somad ke dalam pesawat yang ditumpanginya saat datang ke Hongkong.

Ustad Somad pun diminta kembali ke Indonesia tanpa argumen yang jelas. “Saya tanya kenapa? Dirinya bilang kami belum dapat memberi izin untuk masuk tanpa menyebut alasan,” kata Ustad.

Comments

comments