Disadari atau tidak, ada banyak anak yang telah mengalami kekerasan verbal. Kekerasan verbal memang tidak berbentuk seperti kekerasan fisik yang akibatnya bisa langsung terlihat, tapi kekerasan verbal adalah kekerasan yang dilakukan oleh orang-orang yang ada di sekitar anak dengan menggunakan kata-kata.

Kekerasan jenis ini tidak berdampak secara langsung, namun justru akan sangat berbahaya jika terus dibiarkan. Bunda dapat memperhatikan begitu banyaknya anak-anak yang tidak mengenal sopan santun. Dan akibatnya anak pun terbiasa mengucapkan kata-kata kasar. Kata-kata yang seharusnya belum diketahuinya tapi karena pengaruh lingkungan yang buruk membuatnya terbiasa mengucapkan kata-kata buruk itu. Ketika hal ini terjadi maka pihak pertama yang harus disalahkan adalah orangtua. Bagaimana bisa anak sekecil itu sudah mengucapkan kata-kata kasar dan buruk, tentu ada hal salah yang dilakukan oleh orangtua.

Kondisi ini seperti sudah banyak terjadi di mana-mana. Bunda tidak mungkin dapat menyelesaikannya sendiri karena begitu banyaknya anak dan orangtua yang harus diberi pemahaman. Tapi paling tidak Bunda dapat berbuat sesuatu pada lingkup keluarga. Dengan begitu harapannya para orangtua yang lain pun akan mengikutinya. Selain itu, ada sejumlah langkah yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi hal ini.

Keluarga Menjadi Tempat Terbaik Untuk Memulainya

Keluarga adalah tempat yang sangat baik untuk melakukan bimbingan pada anak. Pada keluargalah anak akan mendapatkan teladan, bimbingan, dan kasih sayang yang tidak dia dapatkan di tempat lain. Kisah di bawah ini bisa kita jadikan contoh betapa perkataan baik itu sangat penting bagi perkembangan mental anak.

Siapa yang tidak kenal dengan Thomas Alva Edison? Suatu hari, ia membawa sepucuk surat dari sekolah untuk ibunya. Menurut pihak sekolah, surat tersebut hanya boleh diberikan dan dibaca oleh ibu Thomas Alva Edison saja. Setelah menerima dan membaca surat tersebut, ibu Thomas Alva Edison pun menyampaikan isi surat itu kepada anaknya. Sambil berlinang air mata ibu Thomas Alva Edison berkata surat tersebut mengabarkan bahwa Thomas Alva Edison adalah anak yang terlalu jenius dan sekolah tersebut tidak memiliki guru-guru yang dapat mengajarnya. Untuk itu, sekolah meminta kepada ibu Thomas Alva Edison agar dapat mendidiknya di rumah saja.

Tahun pun berganti dan ibu Thomas Alva Edison telah meninggal dunia. Kini Thomas Alva Edison sudah menjelma menjadi seorang ilmuwan yang sangat hebat. Banyak penemuan-penemuannya yang sangat berguna bagi manusia. Suatu hari, ketika Thomas Alva Edison sedang membersihkan rumahnya, dia menemukan sepucuk surat yang dulu dia terima dari sekolah untuk ibunya. Isi surat tersebut adalah “Anak kamu memiliki masalah kejiwaaan, kami tidak mengizinkannya untuk datang ke sekolah ini lagi.” membaca hal itu, Thomas Alva Edison pun merasa sedih dan menangis berjam-jam disana.

Kemudian dalam buku hariannya dia pun menuliskan kalimat yang bisa kita jadikan sebagai motivasi “Thomas Alva Edison adalah anak gila yang oleh seorang pahlawan bernama ibu diubahnya menjadi yang paling jenius sepanjang abad. Perkataan yang buruk merusak mental dan moral seseorang, tetapi perkataan yang baik mampu memotivasi seseorang untuk menjadi yang terbaik.”

Setelah Itu Bunda Bisa Menyampaikannya Pada Orangtua Yang Lain

Tidak ada salahnya jika Bunda pun ikut menyampaikan kepada orangtua. Ajak mereka untuk tidak melakukan kekerasan verbal agar jumlah anak yang mengalami kekerasan verbal pun dapat dikurangi. Dengan demikian akan terbentuk lingkungan yang ramah anak. Bukankah segala sesuatu akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama Bun?

 

Comments

comments