Tidak semua orang dianugerahi bayi kembar. Hanya orang-orang tertentu saja yang oleh Tuhan diberi kesempatan untuk melahirkan dan memiliki bayi kembar. Betapa bahagianya Bunda yang dipercaya oleh Tuhan untuk melahirkan dan mengasuh bayi kembar.

Secara sepintas merawat bayi kembar membutuhkan tenaga yang ekstra. Dibutuhkan mental kuat, dukungan finansial, dan waktu ekstra. Meski begitu Bunda harus menikmatinya. Dengan begitu merawat bayi kembar bukanlah sebuah beban tapi aktivitas menyenangkan..

Bunda Tentu Butuh Bantuan Orang Lain Saat Memandikannya

Memandikan bayi kembar tidaklah seperti ketika Bunda memandikan bayi tunggal. Apa lagi saat usianya antara 0 sampai 6 bulan tubuhnya masih belum kuat, maka membutuhkan perhatian yang lebih. Untuk mengatasinya, Bunda dapat meminta bantuan anggota keluarga yang lain, bisa suami, anak yang dirasa sudah besar, orangtua, dan orang-orang disekitar yang bisa dipercaya. Bunda bisa meminta bantuan mereka untuk memegang bayi yang sedang dimandikan dan menjaga bayi yang lainnya.

Siapkan Pakaian Dan Kosmetika Bayi Didekat Bunda, Sehingga Bisa Lekas Dipakaikan Saat Si Kembar Selesai Mandi

Aktivitas selanjutnya yang dilakukan saat selesai mandi adalah harus memakaikan pakaian bayi. Untuk mengatasinya siapkan perlengkapan ganti yang dia butuhkan. Letakan perlengkapan seperti baju, celana, kosmetika, handuk, dan sebagainya di dekat Bunda, sehingga saat selesai mandi dapat dengan cepat memakaikan pakaian untuknya. Perlu diingat bahwa pakaian bayi kembar tidak harus selalu sama.

Tetap Usahakan Memberikan ASI Untuk Si Kembar Ya Bun!

Inilah aktivitas yang seringkali merepotkan para ibu yang memiliki bayi kembar. Disisi lain Bunda harus memberikan ASI secara seimbang untuk pertumbuhannya. Untuk mengatasi hal itu, Bunda dapat menyiapkan ASI yang telah diperah. ASI tersebut dapat Bunda gunakan setiap saat ketika bayi membutuhkan.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah gunakan kursi yang bertangan, terutama kursi goyang. Kursi ini memungkinkan bagi Bunda untuk menyusui mereka bersamaan. Letakkan dua bantal di atas tangan kursi dengan posisi senyaman mungkin bagi Bunda dan juga si kembar. Setelah itu Bunda bisa menyusuinya secara bersamaan.

Saat Anak Telah Berusia 6 Bulan, Berikan MPASI Pada Piring Yang Berbeda, Suapi Anak Secara Bergantian

Saat bayi sudah berusia 6 bulan, maka Bunda dapat memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Makanan ini akan sangat membantu pertumbuhan anak. Bunda dapat menyiapkan MPASI pada piring yang berbeda. Hal ini untuk mengetahui porsi dari masing-masing anak. Suapi anak secara bergantian sampai mereka merasa kenyang. Jika merasa kerepotan, maka Bunda dapat meminta bantuan orang lain untuk menyuapi si kembar.

Bukan hanya dari Segi Fisik saja, Kenali Juga Perbedaan Sifat dan Kebiasaan si Kembar

Menurut kebanyakan orang bahwa kembar bagaikan pinang dibelah dua, artinya mereka sama persis. Tapi sebagai orang tua, Bunda harus mengenali mereka sejak dini. Dengan begitu Bunda dapat mengenali sifat-sifatnya, kebiasaannya, dan berbagai aspek penting lainnya yang ada pada diri anak.

Saat Usia Bayi Diatas 4 Bulan, Mulai Pisahkan Tempat Tidurnya

Satukan tempat tidur bayi kembar saat usia mereka antara 0 sampai 4 bulan. Pada usia ini bayi akan cenderung anteng saat tidur. Dan menurut beberapa pengalaman biasanya bayi kembar akan tidur lebih lelap saat tahu kembarannya berada disampingnya. Namun saat usianya diatas 4 bulan, maka sebaiknya Bunda memisahkan tempat tidurnya. Pada usia ini bayi cenderung bergerak saat tidur sehingga dihawatirkan akan mengganggu satu sama lainnya.

Pastikan Pernafasannya Lancar, Sebab Beberapa Bayi Kembar Lahir Dengan Paru-paru yang Belum Sempurna

Beberapa bayi yang lahir dengan kembar memiliki masalah pada paru-parunya. Hal ini karena beberapa bayi kembar lahir dengan paru-paru yang belum sempurna sehingga menyebabkan kesulitan bernafas. Untuk itu, periksakan kondisi fisiknya, termasuk juga paru-parunya saat dia lahir.

Comments

comments