Sendi lutut adalah sendi terbesar tubuh dan berfungsi untuk menopang sebagian besar dari berat badan kita. Jika tidak dipelihara dengan baik sejak usia muda, maka akan menyesal saat tua nanti. Sebenarnya bagaimanakah cara yang baik untuk memilihara sendi kita? Direktur dari Department of Orthopedics and Minimally Invasive Surgery di Shin Kong International Hospital, Taiwan, akan membantu menjelaskannya pada kita dengan rinci. Dia adalah seorang dokter senior di Taiwan yang beralih dari bidang fisioterapi ke ortopedi dan hingga saat ini ia telah membantu pasien menggunakan “metode rehabilitasi ditambah dengan operasi ortopedi”, dengan tingkat keberhasilan hampir 98%.

Ada informasi di internet yang mengatakan bahwa sendi manusia hanya memiliki usia 60 tahun saja. Jika memang benar begitu, maka bagaimana nasib mereka yang masih hidup hingga usia 80 tahun? Jadi, informasi ini jelas keliru. Sendi manusia adalah sebuah jaringan yang luar biasa dan sebenarnya memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri. Namun, walaupun begitu, kita juga tetap harus menjaganya dengan baik.

Sendi manusia terdiri dari tulang rawan pada bagian atas, cairan pelumas pada bagian tengah, dan tulang rawan pada bagian bawah yang berfungsi sebagai penyangga.

Jangan Salah Mengkonsumsi Glukosamin

Pasti banyak dari kita yang pernah mendengar tentang glukosamin. Banyak orang berpikir bahwa mengonsumsi glukosamin adalah seperti mengonsumsi vitamin dan banyak orang muda yang kemudian ingin menjaga persendiannya sedini mungkin sehingga mulai mengkonsumsi glukosamin. Padahal, glukosamin sendiri ditemukan di semua bagian tulang rawan dan jaringan ikat, serta diproduksi oleh tubuh secara alami untuk membantu memperbaiki jaringan tulang rawan.

Namun, seiring bertambahnya usia, tingkat glukosamin yang diproduksi tubuh tidak dapat mencukupi jumlah yang dibutuhkan, sehingga membuat sendi tampak kaku dan meradang. Pada kondisi ini, mengkonsumsi glukosamin baru dibutuhkan sebagai bentuk pengobatan untuk radang sendi tahap awal dan hal ini efektif pada banyak pasien untuk mengurangi gejala ringan sampai sedang. Jadi, jika glukosamin dianggap dapat mencegah radang sendi, itu benar-benar salah.

Kalsium dan Vitamin D Setelah Usia 30 Tahun

Setelah usia 30 tahun, proses pengeroposan tulang akan berlangsung lebih cepat dan yang membedakan antara satu orang dengan yang lainnya hanyalah kecepatannya saja. Bagi mereka yang sering berolah raga, biasanya memiliki karakteristik tulang yang lebih kuat. Dengan mengkonsumsi tambahan kalsium, sebenarnya dapat mengurangi tingkat kerugian yang diakibatkan oleh pengeroposan tulang. Jadi, daripada mengkonsumsi makanan-makanan lain yang dianggap sehat namun belum tentu dibutuhkan oleh tubuh, alangkah baiknya jika mengkonsumsi makanan yang kaya kalsium setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan kalsium dalam tubuh.

Selain kalsium, vitamin D juga penting untuk kesehatan tulang. Jika ditambah dengan asupan fosfor dan magnesium seimbang, maka dapat memperlambat proses pengeroposan tulang kita. Banyak wanita yang menghindari sinar matahari untuk menjaga agar kulitnya tetap putih. Padahal, selain asupan vitamin D, tubuh juga memerlukan sinar matahari (sinar ultraviolet B) untuk merangsang tubuh memproduksi vitamin D melalui kulit. Sebenarnya, kita hanya membutuhkan sekitar 15 menit paparan sinar matahari setiap harinya untuk mencukupi kebutuhan vitamin D tubuh.

Memelihara Persendian

Penggunaan tulang rawan persendian yang berlebihan sehingga mengakibatkan gesekan langsung tulang persendian bisa mengakibatkan rasa nyeri dan kekakuan. Oleh karena itu,  sangat penting untuk menghindari penggunaan berlebihan tulang rawan persendiaan sejak muda. Penggunaan latihan yang tepat untuk menguatkan persendian, serta mengendalian berat badan agar tidak menambah beban pada lutut adalah lebih penting daripada mengkonsumsi suplemen makanan hanya akan meningkatkan beban metabolisme ginjal.

Usahakan agar semua sendi bisa bergerak aktif setiap hari. Olah raga yang tepat (seperti berjalan normal, berjalan cepat, berlari, atau senam) bisa membantu memelihara sendi. Pemeriksaan kepadatan mineral tulang sebelum berusia 40 tahun dan pada wanita sebelum menopause (biasanya saat usia antara 49 sampai 51 tahun) juga dianjukan. Latihan menahan beban, seperti berjalan atau berlari, dapat mempertahankan tingkat kepadatan tulang. Saat melakukan aktivitas ini, pastikan lutut tidak merasakan sakit atau ketidaknyamanan, sehingga dapat dipastikan persendian dalam keadaan sehat.

Sumber: Lookforward

Comments

comments