Sepasang mata dapat memberi tau jutaan hal. Mulai dari perasaan Kamu hingga apa yang sedang Kamu pikirkan. Tidak heran bila mata merupakan salah satu tahap tubuh yang paling diperhatikan, terutama bagi orang yang suka sertadan alias kegemaran bereksperimen dengan kosmetik. Nah, salah satu alat makeup yang dapat dibilang harus dimiliki penggemar kosmetik merupakan maskara.

Pemakaian alat makeup yang satu ini terbukti telah tentu membikin pemakainya tampil cantik serta percaya diri, sebab dapat menghasilkan bulu mata yang lentik, lebat, serta tajam. Sayangnya, di balik kelebihan maskara yang dapat mempercantik penampilan Kamu setiap hari, Kamu masih harus hati-hati. Pasalnya, pemakaian maskara yang terlalu tidak jarang dapat memunculkan berbagai risiko.

Bahaya mengkegunaaankan maskara setiap hari
1. Bulu mata rontok
Terbukti, sih, maskara waterproof (tahan air) bikin bulu mata Kamu masih sempurna seharian. Tetapi, tahukah Kamu apabila pemakaian maskara waterproof setiap hari hanya bakal membikin bulu mata rontok?

Hal ini terjadi sebab produk kecantikan yang tahan air mengandung bahan kimia yang menyebabkan bulu mata jadi lebih kaku. Dampaknya ketika dibersihkan, Kamu membutuhkan sedikit usaha untuk menghapus bekasnya. Faktor ini berisiko membikin bulu mata lebih rentan rontok.

2. Sarang jamur serta bakteri
Tanpa disadari, tempat maskara Kamu merupakan lingkungan yang lembab serta gelap, telah terkontaminasi dengan air mata beserta keringat sehari-sehari yang dipindahkan melewati kuas ke dalam tabung. Lingkungan semacam ini membikin tempat yang enjoy bagi bakteri serta jamur untuk tumbuh serta berkembang biak.

Sebetulnya selain maskara, hampir seluruh alat makeup Kamu juga berpotensi sebagai tempat perkembangbiakan yang enjoy untuk jamur serta bakteri.

Tidak hanya itu, banyak perempuan juga cenderung malas alias lupa Mencuci makeup di area mata sebab telah kelelahan serta ingin segera beristirahat. Nah, kebiasaan inilah yang nyatanya dapat menyebabkan bulu mata menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk berkembang biak jadi dapat memicu gatal-gatal. Bahkan, faktor ini juga dapat membikin jamur berwarna keputihan timbul serta memicu kelopak mata mengalami alergi.

3. Infeksi
Sebuah studi yang diperbuat oleh International Journal of Cosmetic Science yang meneliti 40 sampel maskara menemukan bahwa 79 persen dari sampel tersebut terkontaminasi bakteri staph yang menyebabkan infeksi staph pada mata. Infeksi staph merupakan infeksi yang dikarenakan oleh bakteri Staphylococcus sp.

Gejalanya antara lain timbul ruam alias bisul di area mata alias wajah Anda. Ya, infeksi bakteri ini juga dapat menyebar ke tahap wajah Kamu yang lain, tidak cuma area mata.

4. Beberapa maskara mengandung bahan kimia yang berbahaya
Ada tak sedikit bahan kimia berbahaya yang bisa ditemukan dalam maskara. Tetapi, beberapa yang paling tak sedikit ditemukan merupakan paraben, phtalate, serbuk alumunium, dan propilen glikol. Bahan-bahan kimia tersebut bermanfaat sebagai bahan pengtahan lama dan mencegah bakteri tumbuh dalam maskara. Sayangnya, mereka juga mempunyai akibat negatif pada tubuh.

Umpama, beberapa tipe paraben diketahui bisa berubah menjadi racun jika terpapar oleh sinar ultraviolet, antara lain metil dan etil paraben, yang bisa menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini. Bahkan, pemakaian kosmetik jangka panjang yang mengandung paraben juga dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa tipe kanker.

Selain itu, berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, kandungan neurotoksin dalam serbuk alumunium dianggap jauh lebih membahayakan dibandingkan merkuri sebab bisa mengganggu beberapa proses seluler dan metabolik di sistem saraf dan jaringan tubuh lainnya.

Sedangkan beberapa orang yang sensitif kepada kandungan propilen glikol, terlebih bagi mereka yang mempunyai tipe kulit sensitif, bakal lebih berisiko kena iritasi semacam dermatitis kontak. Dermatitis kontak merupakan reaksi alergi pada kulit yang dikarenakan oleh kontak langsung dengan alergen (penyebab alergi). Reaksi alergi ini bakal memunculkan ruam merah dan peradangan yang disertai rasa gatal dan nyeri ringan. Tetapi, pada permasalahan yang parah, kulit seseorang bisa saja melepuh dan berpotensi menyebar ke area lainnya di tubuh.

Comments

comments