Biasanya, sebelum membeli produk makeup tertentu, Kamu tentu mencoba-coba tester makeup yang terdapat, untuk mengenal apakah warnanya tepat untuk kulit Anda, alias sekadar mencoba keenjoyan ketika mengkegunaaankan produk itu. Mulai dari lipstik, eye shadow, bedak, hingga blush on, mungkin bakal Kamu coba. Saking antusiasnya ketika mencoba semua tester produk tersebut, hingga-sampai Kamu lupa kalau sebetulnya tester itu telah dicoba oleh tidak sedikit orang, tidak cuma Anda. Mungkin Kamu orang kesekian dalam hari itu alias bahkan satu bulan akhir-akhir. Bisa dibilang Kamu share produk makeup bersama-sama. Lantas, tahukah Kamu kalau faktor ini bisa berakibat bagi kesehatan Anda?

Nyatanya, tester makeup yang Kamu pakai penuh dengan bakteri
Faktanya, ada satu dari lima (1:5) produk tester makeup yang mengandung parasit, jamur, serta bakteri di dalamnya yang sanggup menciptakan Kamu terserang penyakit infeksi. Ya, temuan ini didapatkan dari riset yang diperbuat oleh Departemen Mikrobiologi dari NYU Langone Medical Centre di Amerika Serikat (AS).

Penelitian lain yang diperbuat oleh Rowan University di AS mengungkapkan bahwa di dalam produk tester makeup ada beberapa tipe bakteri yang membahayakan kesehatan, semacam Escheria coli serta bermacam-macam tipe bakteri Strapylococcus, yang biasanya sanggup memunculkan infeksi pada pencernaan.

Mungkin Kamu bertanya-tanya bagaimana jamur alias bakteri bisa hingga pada tester produk makeup yang ada. Sehingga begini, perpindahan bakteri bisa terjadi ketika orang yang sebelum Kamu tidak menjaga kebersihannya, umpama dari kamar mandi serta tidak mencuci tangan.

Bisa saja di permukaan tangannya terdapat Escheria coli, sebab tidak mencuci tangan, maka ketika tangannya menyentuh permukaan produk tester makeup, bakteri bakal langsung berpindah dengan cepat. Bakteri tersebut bakal terus di produk tersebut hingga berpindah ke tangan alias tahap wajah Kamu ketika Kamu mencoba produk tester makeup.

Apa akibatnya suka pakai tester makeup?
Dari sekian tidak sedikit tester makeup yang Kamu coba, hampir semuanya bisa menyebabkan Kamu terserang infeksi. Infeksi yang terjadi sebagian besar bakal memengaruhi kesehatan kulit Anda. berikut merupakan risiko yang bisa timbul ketika Kamu tidak jarang pakai tester makeup:

Jerawat, faktor ini merupakan akibat yang paling tidak jarang terjadi. jerawat bisa timbul sebab infeksi kulit akibat bakteri.
Kulit wajah memerah, infeksi bakteri pada kulit bisa memunculkan gejala kemerahan pada wajah.
Impetigo, infeksi kulit akibat bakteri yang memunculkan gejala semacam kemerahan.
Infeksi mata, apabila bakteri ada di dalam eye shadow yang Kamu coba.
Flu, penularan virus ini terjadi ketika Kamu mengkegunaaankan tester lipstik yang sebelumnya dikegunaaankan oleh orang yang terinfeksi flu.
Bagaimana tutorial menghindari kuman penyakit saat mencoba tester makeup?
Food and Drugs Administration di AS (setara dengan Badan POM di Indonesia), mengungkapkan bahwa risiko penularan penyakit terus besar ketika terus tidak sedikit orang yang mencoba tester makeup tersebut.

Tetapi, terbukti terkadang sebelum membeli produk, Kamu tentu penasaran apakah produk tersebut pas di wajah Kamu alias tidak. Jadi, apabila masih ingin mencoba produk tester makeup, maka ada beberapa faktor yang bisa mencegah penularan kuman penyakit yang mungkin ada pada produk, yaitu:

Usapkan tisu yang telah dibasahkan alkohol pada permukaan makeup yang Kamu bakal coba.
Jangan mengkegunaaankan aplikator makeup bersama (umpama kuas alias spons bedak). Pilih tester makeup yang menggunakan aplikator semacam cotton bud yang biasanya sekali buang.
FDA menyebutkan bahwa produk makeup untuk mata, bibir, serta hidung merupakan produk yang paling rentan memunculkan infeksi. Sehingga sebaiknya hindari pemakaian produk tersebut.

Comments

comments