Kejang otot biasanya terjadi ketika Kamu baru bangun tidur serta merasakan salah satu tahap tubuh terasa kram serta tak bisa digerakkan, umumnya pada jari kaki alias otot betis. Faktanya, American Academy of Family Physicians menemukan bahwa 60 persen orang dewasa menderita kejang otot di malam hari, yang mana juga bisa berakibat pada insomnia.

Meskipun kejang otot biasanya tak terlalu menyebabkan akibat serius, Kamu butuh waspada apabila mengalami kram otot dengan tanda-tanda semacam ini.

Ciri kejang otot yang wajib segera diperiksakan
1. Otot kaki yang kejang pada jarak olahraga yang rutin sama
Untuk atlet pelari, alias bahkan Kamu yang kegemaran lari jarak jauh, biasanya Kamu tak asing dengan otot betis yang terasa kaku. Tetapi, apabila Kamu rutin merasakan kram saat berada di jarak tempuh lari yang sama semakin, bisa sehingga Kamu mengalami sindrom kompartemen.

Houman Sertaesh, MD, direktur di Mount Sinai’s Integrative Pain Management berkata, kondisi ini biasanya disebabkan oleh tahap otot kaki yang melebar. Nah, untuk berbagai pelari alias orang yang sempat punya cedera di otot, otot bisa lebih melebar memenuhi ruang dibagian kaki Anda.

Pasalnya, saat Kamu berlari dalam kondisi normal, otot memerlukan ruang serta ajaran darah yang lumayan untuk mengembang. Sedangkan pada berbagai tubuh orang, terkadang otot tak punya lumayan ruang untuk mengembangkan dirinya. Dengan demikian, jumlah tekanan yang berlebihan terbentuk di daerah otot tertentu, dalam faktor ini betis, bisa mencegah ajaran darah serta menyebabkan kerusakan jaringan yang parah.

Meski sindrom ini jarang terjadi, ini bukan sesuatu yang bisa Kamu sepelekan. Bila Kamu tak jarang mengalami kejang otot di jarak alias waktu lari yang rutin sama, ada baiknya berkonsultasi ke dokter.

2. Kejang otot disertai bengkak, kemerahan, serta perubahan warna
Selanjutnya, ada tanda kejang otot yang disertai kemerahan. Tidak hanya kemerahan, otot yang mengejang apabila disertai dengan adanya pembengkakkan serta perubahan warna pada kulit bisa menandakan adanya penggumpalan darah dalam tubuh Anda.

Meskipun gumpalan tak terlalu berbahaya, tetapi seiiring waktu bisa pecah serta memunculkan kondisi semacam serangan jantung alias stroke. Dr. Sertaesh juga mengingatkan bahwa penggumpalan darah cenderung meningkat ketika perempuan mengonsumsi pil KB alias Kamu yang sedang berpergian dengan pesawat terbang serta duduk di waktu yang lama.

3. Kejang otot yang berjalan dalam waktu lama
Kram alias otot mengencang yang berjalan sebentar saja telah sangat tak enjoy rasanya, apalagi dirasakan dalam waktu yang lama. Bila Kamu mengalami kondisi otot kejang dalam waktu yang lama hingga memengaruhi aktivitas sehari-hari Anda, jangan diabaikan.

Dr. Sertaesh berkata, bahwa kram dalam waktu yang lama bisa menjadi tanda adanya sesuatu yang kurang baik dalam tubuh Anda. Contohnya semacam suplai darah yang tak memadai ke anak buah tubuh Anda, yang biasanya disebabkan oleh kolesterol tinggi. Bisa juga akibat saraf terjepit di punggung alias arteri terjepit, yang mana bisa ditandai dengan adanya kram alias kejang pada otot kaki.

4. Timbul rasa mual, demam, serta disertai muntah
Kejang otot yang disertai dengan rasa mual, demam, serta beres muntah bisa menandakan adanya sesuatu yang salah dalam tubuh. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh dehidrasi.

5. Disertai panas serta kesemutan
Terbaru, apabila Kamu mengalami kejang otot disertai dengan rasa panas serta kesemutan, faktor ini adalah salah satu gejala hernia disk. Hernia disk adalah kondisi di mana tersedia piringan yang terselip sepanjang tali tulang belakang, kondisi tersebut terjadi ketika seluruh alias sebagian pusat piringan tulang belakang yang lunak ditekan sepanjang tahap alias piringan yang lemah.

Keadaan ini juga bisa terjadi dengan munculnya rasa panas terbakar di tahap bawah tubuh, khususnya kaki. Salah satu penanganan utamanya bisa diperbuat dengan tutorial mengoleskan krim hangat guna melemaskan otot-otot. Bila tak jarang berjalan lama serta terjadi dengan cara semakin menerus, ada baiknya menghubungi dokter untuk pengobatan lebih lanjut.

Comments

comments