Ketua Umum Gerakan Nasional Literasi Digital atau Siberkreasi Dedy Permadi berkata, tumbuhnya pemakai internet di Indonesia, tidak diimbangi pendidikan mengenai tutorial mengkegunaaankannya atau pemahaman literasi digitalnya tetap dipandang minim. Oleh sebab itu, faktor ini rentan menyebabkan kondisi siber di Indonesia tidak sehat.

Dari faktor tersebut bisa disimpulkan bahwa fenomena cyberbullying telah tidak asing ditelinga masyarakat. Tetapi sayangnya, sebab keterbatasan tingkat pendidikan pada seseorang di Indonesia menciptakan masyarakat lebih tidak sedikit hanya mengetahui bullying dibanding cyberbullying, padahal cyberbullying merupakan permasalahan yang sangat serius.

Statistik Pemakai Internet di Indonesia

Ada tidak sedikit faktor yang menyebabkan terjadinya cyberbullying, salah satunya merupakan tidak sedikit dari masyarakat yang tidak mengkegunaaankan social media nya dengan baik. Di Indonesia, pemakai internet pada tahun 2012 mencapai 63 juta orang atau 24,23 persen dari total populasi negara ini.

Tahun 2014, semakin tumbuh menjadi 107 juta, serta 139 juta atau 50 persen total populasi pada tahun 2015. Hasil penelitian Yahoo serta Taylor Nelson Sofred Indonesia menunjukkan bahwa, pengakses paling besar di Indonesia merupakan mereka yang berumur remaja, antara 15-19 tahun.

Akibat Negatif Teknologi Internet

Perkembangan teknologi internet memberbagi akibat positif maupun negatif pada usia remaja terutama. Akibat negatif yang paling tidak jarang terjadi merupakan cyberbullying. Pada zaman teknologi semacam kini ini komputer bisa menghasilkan internet yang multikegunaaan.

Segala perilaku kebaikan maupun kejahatan bisa diperbuat di media sosial. Tingginya pemakai selular di Indonesia menjadikan fenomena cyber bullying menjadi isu yang butuh diantisipasi serta ditangani dengan serius, baik dari sudut sosial tergolong hukum.

Tetapi dari semua media social yang dikegunaaankan oleh tidak sedikit orang di indonesia, yang menjadi media terjadinya cyberbullying merupakan instagram.

Instagram merupakan suatu software share gambar serta video yang memungkinkan pemakai mengambil gambar, mengambil video, menerapkan filter digital, serta memberikannya ke beberapa layanan jejaring sosial, tergolong milik Instagram sendiri. Instagram menjadi media sosial yang paling umum dikegunaaankan untuk meperbuat pencemaran atau kekerasan di internet, atau cyber-bullying.

Berkomentar baik bisa dengan mudah diperbuat apabila kami bisa pintar serta bijaksana dalam mengkegunaaankan social media, tetapi pada kenyataan nya beberapa masyarakat terutama di indonesia belum memperoleh pengetahuan yang lebih mengenai bagaimana mengkegunaaankan digital media dengan baik.

Dengan tidak lebih nya pengetahuan yang dimiliki, mengakibatkan tidak sedikit masyarakat yang dengan leluasa memberi tau kritik – kritik negatif.

Comments

comments