Setiap calon orangtua ingin supaya bayinya bisa bertumbuh kembang dengan baik dalam kandungan, jadi lahir ke dunia menjadi anak yang sehat walafiat. Itu sebabnya penting bagi setiap calon bunda untuk selalu mengecekkan kehamilannya dari awal hingga menjelang persalinan demi menghindari hal-hal yang tak diharapkan. Salah satunya merupakan janin tak berkembang. Apa bahayanya?

Penyebab janin tak berkembang
Janin yang tak berkembang difotokan sebagai kondisi pertumbuhan janin yang lambat atau tertunda. Dalam dunia medis, pertumbuhan janin yang tertunda dikenal dengan istilah IUGR (Intrauterine Growth Restriction).

Janin dikatakan IUGR apabila pertumbuhan bayi tak sesuai dengan usia kehamilan. Tumbuh kembang janin yang lambat ini menandakan ukuran bayi lebih kecil dari ukuran rata-rata pada usia kehamilan tersebut. Umpama Kamu telah hamil 12 minggu, tetapi perkembangan serta berat janinnya tetap semacam usia di bawah 12 minggu. Sebagai fotoan umum, Kamu bisa pantau perkembangan janin dari minggu 1 hingga 40 di laman HelloSehat.

Bayi mungkin tak tumbuh dengan baik apabila dirinya tak memperoleh oksigen serta nutrisi yang diperlukannya untuk berkembang. Berikut penyebab paling umum janin tak berkembang:

Keadaan medis ibu
Janin Kamu mungkin dikatakan telat berkembang atau mengalami IUGR apabila Kamu mengidap penyakit jantung, ginjal, paru-paru, gangguan pembekuan darah, anemia sel sabit, atau diabetes. Tidak hanya itu, IUGR bisa terjadi pada janin apabila Kamu mengalami preeklampsia selagi kehamilan trimester kedua, hipertensi kronis, atau keduanya sekaligus.

Kelainan plasenta
Plasenta merupakan organ yang bermanfaat mengirim nutrisi serta oksigen untuk janin di dalam kandungan. Apabila bentuk plasenta tak sempurna atau ukurannya terlalu kecil, maka organ ini tak bisa menjalani manfaatnya dengan baik. Kondisi inilah yang memungkinkan janin mengalami IUGR sebab mengalami defisiensi nutrisi atau oksigen jadi janin tak berkembang sewajarnya sesuai usia.

Faktor lainnya
Terjadi pada kehamilan kembar dua atau lebih
Konsumsi obat-obatan terlarang, merokok
Infeksi tertentu yang Kamu miliki semacam toksoplasmosis, rubella, sifilis, atau cytomegalovirus (CMV)
Apa dampaknya apabila janin tak berkembang?
Pertumbuhan janin yang tertunda berisiko mengalami beberapa persoalan tertentu pada saat kehamilan, proses persalinan, serta nantinya seusai dilahirkan.

Umumnya, janin yang tak berkembang bisa dideteksi pada usia satu hingga tiga bulan. Apabila dibiarkan saja hingga lebih dari tiga bulan, kondisi ini bisa memicu keguguran atau bayi meninggal dalam kandungan. Walau begitu, pada beberapa permasalahan, janin yang didiagnosis telat berkembang tetap bisa lahir dengan berat badan normal.

Oleh sebab itu, semua bunda hamil sewajibnya diperiksa untuk hal risiko IUGR. Terlebih apabila Kamu mempunyai beberapa kondisi yang disebutkan di atas, disarankan untuk segera konsultasikan ke dokter kandungan yang menangani Anda.

Perhatikan penyebab-penyebabnya supaya ketika hamil, Kamu bisa semakin mengamati perkembangan janin. Tujuannya untuk mengantisipasi apabila janin nyatanya mengalami kondisi IUGR, bisa segera ditangani oleh tim medis.

Comments

comments